Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta-Fakta Konflik AS-Iran yang kian Mengkhawatirkan

Fakta-Fakta Konflik AS-Iran yang kian Mengkhawatirkan
ilustrasi konflik AS-Israel dengan Iran (unsplash.com/Saifee Art)
  • AS menggempur pertahanan udara, radar, dan aset maritim Iran; sedikitnya 18 orang tewas serta 108 terluka, termasuk korban di pesta pernikahan. Iran menyebutnya kejahatan perang, sementara CENTCOM membantah menargetkan sipil.
  • Iran membalas dengan rudal dan drone ke pangkalan AS di Bahrain, Irak, Yordania, dan Kuwait. Teheran menargetkan pengusiran pasukan AS, sedangkan Washington menyatakan penilaian awal tidak menemukan korban tewas.
  • Trump mengancam serangan lanjutan saat konflik sejak Februari 2026 mendorong harga Brent naik lebih dari 30 persen menjadi sekitar 95 dolar AS per barel dan menekan dukungan publik domestik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan tambahan ke Iran setelah aksi saling tembak terbesar sejak Juli 2026 memuncak pada Rabu (2/9/2026) waktu setempat. Militer AS sebelumnya menggempur sistem pertahanan udara, radar, serta aset maritim Iran pada Selasa (1/9/2026).

Rangkaian serangan udara AS tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai 108 warga di Iran, termasuk korban jiwa akibat serangan yang menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah Sirik. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.

  1. 1. Korban jiwa di Iran melonjak dan memicu tuduhan kejahatan perang

    ilustrasi bendera Iran
    ilustrasi bendera Iran (Aerra Carnicom, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Eskalasi militer terbaru ini menyebabkan sedikitnya 18 orang tewas dan 108 orang lainnya mengalami luka-luka di Iran. Menteri Kesehatan Iran Mohammad-Reza Zafarghandi mengonfirmasi dua anak-anak termasuk di antara korban tewas, salah satunya balita berusia empat tahun yang meninggal dalam serangan di pesta pernikahan di Kota Kuhestak, Kabupaten Sirik.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengecam keras gempuran militer AS di Kuhestak tersebut dan menyebut peristiwa itu sebagai kejahatan perang. Dilansir Al Jazeera, Baghaei menulis melalui media sosial, "Kenyataannya sangat mengerikan sehingga propaganda Amerika tidak pernah berani membuat klaim seperti yang dibuat militer AS hari ini. Sirik bukanlah cerita. Warga sipil itu nyata. Para korban itu nyata".

    Di pihak lain, militer AS membantah tuduhan bahwa mereka sengaja mengincar warga sipil dalam operasi militer tersebut. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins menegaskan bahwa militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil.

  2. 2. Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di kawasan

    ilustrasi rudal balistik
    ilustrasi rudal balistik (pexels.com/Moslem Daneshzadeh)

    Merespons serangan udara dari Washington, pasukan militer Iran langsung membalas dengan menyasar jaringan pangkalan militer AS di Timur Tengah. Iran melancarkan serangan ke instalasi militer AS yang tersebar di Bahrain, Irak, Yordania, dan Kuwait.

    Komando militer Iran mengumumkan bahwa tujuan utama mereka saat ini adalah mengusir seluruh pasukan AS dari kawasan tersebut. Dilansir Al-Monitor, komando militer Iran menyatakan, "Kejahatan Amerika di kawasan ini akan dibalas dengan respons yang lebih berat, luas, dan merusak, dan negara mana pun yang bekerja sama dengan tentara agresif Amerika harus menerima konsekuensi bahayanya".

    Iran mengklaim serangan balik tersebut menewaskan pasukan AS di Yordania dan Irak, namun pejabat AS menyatakan tidak ada korban jiwa di pihak mereka berdasarkan penilaian awal. Sementara itu di Kuwait, Iran mengklaim telah melancarkan serangan misil dan drone ke Pangkalan Udara Ali Al Salem milik AS serta sebuah kompleks pemukiman. Dinas pemadam kebakaran Kuwait mengonfirmasi telah memadamkan kebakaran di kompleks pemukiman yang dihantam drone.

  3. 3. Lonjakan harga minyak dunia dan tekanan politik dalam negeri AS

    ilustrasi bahan bakar minyak
    ilustrasi bahan bakar minyak (BBM) (pexels.com/Engin Akyurt)

    Konflik bersenjata yang berkecamuk sejak Februari 2026 ini berdampak luas pada pasokan energi global dan perekonomian dunia. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak melebihi 30 persen sejak perang dimulai hingga menyentuh angka sekitar 95 dolar AS atau setara Rp1.684.160 (kurs Rp17.728) per barel.

    Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Washington masih memegang kendali kuat dalam mengawal navigasi pelayaran di Selat Hormuz. Terkait gempuran militer ke Iran, Trump menyampaikan kepada jurnalis di Gedung Putih, "Itu adalah serangan yang sangat berat tadi malam. Dan kami siap melakukan serangan lainnya kapan saja kami mau".

    Perang yang terus meluas ini juga menekan posisi politik Trump dan Partai Republik menjelang pemilu sela pada November 2026. Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump merosot hingga 33 persen, dengan 63 persen masyarakat AS menyatakan tidak menyetujui keterlibatan militer dalam perang ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More