Indonesia Bawa Isu Pangan hingga Energi di Forum ASEAN Pekan Ini

- Indonesia menyoroti isu pangan, energi, kesehatan, perdagangan, dan ekonomi digital di Forum ASEAN 2026 untuk memastikan kerja sama kawasan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
- Menlu Sugiono menghadiri sedikitnya 21 pertemuan resmi di Manila, termasuk AMM, PMC dengan mitra wicara ASEAN, APT, EAS, ARF, serta pembahasan Konsensus Lima Poin terkait Myanmar.
- Terdapat 22 permintaan pertemuan bilateral kepada Menlu RI dari negara ASEAN dan mitra dialog, mencerminkan meningkatnya peran diplomatik Indonesia dan posisi sentral ASEAN di kawasan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono akan menghadiri rangkaian Pertemuan ke-59 ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, Post-Ministerial Conferences, and Related Meetings (AMM/PMC) di Manila, Filipina, pada 20–24 Juli 2026. Dalam forum tersebut, Indonesia akan mendorong agar berbagai mekanisme kerja sama ASEAN menghasilkan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.
Rangkaian pertemuan akan mempertemukan para menteri luar negeri negara anggota ASEAN, para mitra wicara ASEAN, negara-negara terkait, serta Sekretaris Jenderal ASEAN. Myanmar akan diwakili oleh perwakilan non-politis sesuai keputusan ASEAN.
Kementerian Luar Negeri RI menyebut tingginya partisipasi negara mitra menunjukkan ASEAN tetap menjadi forum utama dialog di tengah meningkatnya dinamika dan rivalitas geopolitik di kawasan.
Selain mengikuti berbagai forum multilateral, Menlu Sugiono juga dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para menteri luar negeri negara sahabat.
1. Indonesia dorong ASEAN lebih berdampak bagi masyarakat

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Indonesia akan membawa sejumlah isu prioritas yang berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN. Menurutnya, berbagai mekanisme kerja sama ASEAN perlu semakin terpadu sehingga mampu memberikan hasil yang konkret di berbagai sektor strategis.
“Pada rangkaian Pertemuan ke-59 AMM/PMC mendatang, Indonesia akan mendorong agar berbagai mekanisme ASEAN dapat bekerja lebih terpadu dan memberikan hasil konkret bagi masyarakat, terutama di bidang pangan, energi, kesehatan, perdagangan, dan ekonomi digital,” kata Yvonne kepada IDN Times, lewat pesan singkat, Senin (20/7/2026).
Selain itu, para menteri luar negeri juga akan menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dihasilkan dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Mei 2026.
Pembahasan akan difokuskan pada upaya memperkuat ketahanan kawasan menghadapi berbagai disrupsi, termasuk di sektor pangan dan energi, serta meningkatkan kerja sama dalam pelindungan warga negara ASEAN.
2. Sugiono ikuti 21 pertemuan dan puluhan agenda diplomatik

Selama berada di Manila, Menlu Sugiono dijadwalkan mengikuti sedikitnya 21 pertemuan resmi dalam berbagai mekanisme ASEAN. Agenda tersebut meliputi Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM), Post-Ministerial Conferences (PMC) dengan 11 mitra wicara ASEAN, Pertemuan ASEAN Plus Three (APT), East Asia Summit (EAS), ASEAN Regional Forum (ARF), hingga pertemuan mengenai implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) terkait Myanmar.
Selain itu, Sugiono juga akan menghadiri High-Level Conference on the Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) serta Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) yang diselenggarakan di luar rangkaian utama AMM/PMC.
Di luar agenda resmi tersebut, Menlu RI juga dijadwalkan menghadiri sejumlah kegiatan seremonial, termasuk jamuan makan malam yang diselenggarakan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa P. Lazaro dan Presiden Filipina Ferdinand R. Marcos Jr.
3. Menlu RI terima 22 permintaan pertemuan bilateral

Di sela-sela rangkaian AMM/PMC, Menlu Sugiono juga akan menjalani agenda diplomasi bilateral yang cukup padat. Kementerian Luar Negeri mencatat hingga saat ini terdapat 22 permintaan pertemuan bilateral dari negara-negara ASEAN maupun mitra dialog ASEAN kepada Menlu RI.
Selain pertemuan bilateral, Sugiono juga dijadwalkan mengikuti satu pertemuan trilateral bersama Australia dan India untuk membahas isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
Kementerian Luar Negeri menilai tingginya permintaan pertemuan tersebut menunjukkan peran Indonesia yang semakin penting dalam berbagai pembahasan kawasan, sekaligus mencerminkan kuatnya posisi sentral ASEAN sebagai forum utama kerja sama di tengah dinamika geopolitik global.




















