Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pesawat Kargo K2 Berisi 5 Kru Airways Hilang Kontak di Laut Arab
Ilustrasi pesawat (magnific.com/onlyyouqj)
  • Pesawat kargo Boeing 737-400 milik K2 Airways hilang kontak di Laut Arab saat terbang dari Sharjah menuju Karachi, membawa lima kru dan memicu status darurat penerbangan.
  • Data penerbangan menunjukkan manuver ekstrem sebelum pesawat hilang dari radar, dengan dugaan kehilangan kendali akibat disorientasi malam; insiden ini menghentikan seluruh operasi logistik K2 Airways.
  • Pemerintah Pakistan mengerahkan operasi pencarian besar di sekitar Ormara melibatkan Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan kapal niaga, namun belum ditemukan sinyal darurat atau tanda korban selamat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah pesawat kargo Boeing 737-400 milik maskapai K2 Airways dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Arab pada Selasa (7/7/2026) malam. Pesawat dengan nomor registrasi AP-BOI tersebut sedang menempuh penerbangan internasional dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi, Pakistan.

Otoritas penerbangan sipil segera menyatakan kondisi darurat setelah seluruh komunikasi dengan pesawat terputus. Pemerintah Pakistan kini telah mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) skala besar untuk melacak keberadaan lima kru di dalam pesawat tersebut.

1. Kronologi hilangnya kontak pesawat KTA1732

potret kota Karachi, Pakistan (unsplash.com/Muneer ahmed ok)

Penerbangan kargo dengan nomor KTA1732 ini lepas landas dari Bandara Internasional Sharjah menuju Bandara Internasional Jinnah di Karachi pada sore hari. Saat berada di atas wilayah Teluk, pesawat sempat mengalami gangguan navigasi satelit bersama beberapa pesawat lain, sebelum akhirnya kembali ke jalur normal.

Masalah utama muncul pada pukul 21.18 waktu setempat. Kru pesawat melaporkan kerusakan sistem navigasi utama kepada Pusat Kendali Area Karachi. Petugas pemandu lalu lintas udara kemudian merespons dengan memberikan panduan arah secara manual untuk mengarahkan pesawat menuju landasan pacu.

Tiga menit setelah laporan tersebut, radar memantau pesawat turun dengan cepat dan berbelok mendadak hingga komunikasi terputus total. Titik terakhir hilangnya kontak radar berada di sekitar 155 mil laut di sebelah barat Karachi.

"Pada pukul 21.21 waktu setempat, pesawat terpantau di radar turun cepat dan berubah arah secara drastis, hingga akhirnya kontak dan komunikasi hilang," ujar juru bicara Otoritas Bandara Pakistan (PAA), dikutip dari Dawn.

2. Rekam jejak dan data penerbangan Boeing 737-400

Boeing 737 Max. (boeing.com)

Sistem pemantauan penerbangan sipil mencatat pergerakan tidak wajar sebelum pesawat hilang dari radar. Pesawat sempat kehilangan ketinggian, lalu naik tajam ke 7.200 kaki, dan turun kembali dengan kecepatan tinggi hingga sinyal terakhir terdeteksi di ketinggian 1.100 kaki.

Pesawat berusia 27 tahun ini menggunakan mesin CFMI CFM56-3C1 dan diubah menjadi armada angkut barang pada tahun 2012. Sebelum dioperasikan oleh K2 Airways sebagai armada tunggal sejak Juli 2024, pesawat ini pernah digunakan untuk penerbangan komersial oleh Aeroflot dan Garuda Indonesia.

Analis penerbangan menduga manuver ekstrem tersebut terjadi karena pilot kehilangan kendali akibat disorientasi arah dalam kondisi terbang malam. Kehilangan armada tunggal ini otomatis menghentikan seluruh aktivitas operasional logistik maskapai swasta tersebut.

"Data awal menunjukkan adanya kemungkinan kecelakaan di perairan sebelah barat daya Karachi," kata juru bicara Flightradar24, dikutip dari Hindustan Times.

3. Operasi pencarian besar-besaran di Ormara

bendera pakistan sebagai mediator (unsplash.com/Hamid Roshaan)

Pemerintah Pakistan segera mengaktifkan Pusat Koordinasi Penyelamatan nasional untuk mengerahkan kekuatan militer dan sipil ke lokasi kejadian. Fokus pencarian diarahkan ke area lepas pantai dekat Ormara, Provinsi Balochistan, yang diduga menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Angkatan Laut Pakistan telah mengirimkan kapal perang utama PNS Zulfiqar bersama pesawat maritim ATR ke titik koordinat terakhir. Angkatan Udara Pakistan juga menerjunkan pesawat pengintai SAAB, dibantu kapal niaga Lahore milik Perusahaan Pelayaran Nasional Pakistan.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terkendala luasnya laut lepas dan kedalaman air dalam proses pencarian fisik serpihan pesawat. Otoritas terkait menyatakan belum mendeteksi adanya sinyal darurat dari pemancar lokasi pesawat maupun tanda-tanda korban selamat.

"Pusat Koordinasi Penyelamatan telah aktif. Operasi pencarian bersama di laut sudah dimulai melalui berbagai lembaga untuk melacak pesawat yang hilang," kata juru bicara PAA, dikutip dari Arab News.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article