Jakarta, IDN Times – Pemilihan presiden (pilpres) di Brasil memasuki putaran pertama dengan hampir 160 juta pemilih terdaftar. Selain memilih presiden, mereka juga akan menentukan anggota legislatif, gubernur, dan senator, sementara jajak pendapat yang dirilis Sabtu (3/10/2026) masih menempatkan petahana Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di posisi teratas meski keunggulannya menipis sehingga tak ada kandidat yang diprediksi memperoleh lebih dari 50 persen suara.
Ketatnya persaingan membuka kemungkinan pemilu berlanjut ke putaran kedua pada 25 Oktober 2026, seperti kompetisi 2022 ketika Lula mengalahkan mantan Presiden Jair Bolsonaro dengan selisih kurang dari dua poin persentase. Tahun ini, Lula menghadapi rivalnya yakni Flavio Bolsonaro, putra dari Jair Bolsonaro.
Melansir France 24, persoalan hukum juga mewarnai kampanye kedua kubu setelah Mahkamah Agung Brasil pada April mengizinkan polisi federal menyelidiki dugaan pernyataan fitnah terhadap Lula serta dugaan korupsi terkait pendanaan film biopik Dark Horse tentang mantan presiden yang dibiayai bankir narapidana skandal keuangan.
