Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pilpres Brasil Sengit, Lula dan Putra Jair Bolsonaro Bersaing
Bendera Brasil (pexels.com/Jonathan Borba)
  • Pilpres Brasil putaran pertama melibatkan hampir 160 juta pemilih untuk memilih presiden, legislatif, gubernur, dan senator; jajak pendapat menempatkan Lula teratas, tetapi tanpa prediksi mayoritas mutlak.
  • Persaingan Lula dan Flavio Bolsonaro berpotensi berlanjut ke putaran kedua pada 25 Oktober 2026, di tengah penyelidikan hukum terkait dugaan fitnah terhadap Lula dan korupsi pendanaan film.
  • Lula menutup kampanye di Sao Paulo dengan optimisme menang langsung, sementara Flavio Bolsonaro berkampanye di Sao Paulo dan Rio, mengusung pembebasan ayahnya serta kritik terhadap sistem elektronik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Pemilihan presiden (pilpres) di Brasil memasuki putaran pertama dengan hampir 160 juta pemilih terdaftar. Selain memilih presiden, mereka juga akan menentukan anggota legislatif, gubernur, dan senator, sementara jajak pendapat yang dirilis Sabtu (3/10/2026) masih menempatkan petahana Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di posisi teratas meski keunggulannya menipis sehingga tak ada kandidat yang diprediksi memperoleh lebih dari 50 persen suara.

Ketatnya persaingan membuka kemungkinan pemilu berlanjut ke putaran kedua pada 25 Oktober 2026, seperti kompetisi 2022 ketika Lula mengalahkan mantan Presiden Jair Bolsonaro dengan selisih kurang dari dua poin persentase. Tahun ini, Lula menghadapi rivalnya yakni Flavio Bolsonaro, putra dari Jair Bolsonaro.

Melansir France 24, persoalan hukum juga mewarnai kampanye kedua kubu setelah Mahkamah Agung Brasil pada April mengizinkan polisi federal menyelidiki dugaan pernyataan fitnah terhadap Lula serta dugaan korupsi terkait pendanaan film biopik Dark Horse tentang mantan presiden yang dibiayai bankir narapidana skandal keuangan.

1. Trump mengamati pemilu Brasil

ilustrasi pemungutan suara (pexels.com/Edmond Dantès)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan memantau pemilu tersebut secara dekat meski belum secara resmi mendukung kandidat mana pun. Sikap Washington itu mendapat peringatan dari Lula terkait kemungkinan campur tangan asing yang menurutnya dapat mempertaruhkan kedaulatan negara, sementara keterangan pemilih yang dihimpun Agence France-Presse (AFP) di lokasi kampanye memperlihatkan isu tersebut menyentuh perpecahan publik secara mendalam.

Seorang pendidik anak usia dini menilai Lula sebagai satu-satunya tokoh yang peduli terhadap rakyat. Di sisi lain, pemilik perusahaan kemasan dan seorang ibu rumah tangga menganggap intervensi dari luar dapat diterima apabila mampu meredakan tekanan biaya hidup dan memperbaiki kondisi ekonomi.

2. Lula menutup kampanye di Sao Paulo

Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva (Palácio do Planalto from Brasilia, Brasil, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Lula mengakhiri rangkaian kampanye di pusat ekonomi Sao Paulo melalui parade iring-iringan truk bersama para pendukungnya. Pemimpin berusia 80 tahun itu menyatakan keyakinannya dapat meraih kemenangan langsung tanpa harus mengikuti putaran berikutnya.

“Besok, kita akan memenangkan pemilu di putaran pertama,” katanya, dikutip Al Jazeera.

Ia menyebut kontestasi politik tersebut sebagai pembuktian mendasar bagi arah perjalanan bangsa. Lula membingkai pemilu sebagai pilihan antara demokrasi dan kebiadaban serta berjanji mengalahkan kelompok sayap kanan jauh.

3. Flavio Bolsonaro menggelar kampanye di Sao Paulo

Senator Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra Jair Bolsonaro (Roque de Sá/Agência Senado, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Senator Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra Jair Bolsonaro, menutup kampanye dengan memimpin konvoi ratusan sepeda motor di pedalaman Sao Paulo sebelum meneruskan kegiatan melalui rapat akbar di Rio de Janeiro. Politikus berusia 45 tahun itu menyapa massa dari atas truk kampanye sambil membawa potret ayahnya yang menjalani hukuman penjara selama 27 tahun karena berupaya membatalkan hasil pemilu 2022.

Bolsonaro kembali menyuarakan klaim ayahnya yang meragukan keandalan sistem pemungutan suara elektronik dan berjanji memperjuangkan pembebasannya apabila memperoleh mandat rakyat. Putra mantan presiden itu juga menyatakan keyakinannya dapat meraih kemenangan mutlak secara langsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article