Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis melaporkan 1.000 korban jiwa akibat gelombang panas ekstrem yang melanda sejak Rabu (24/6/2026). Bencana ini memicu kekhawatiran besar mengenai kesiapan fasilitas publik di seluruh Eropa.
Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa jumlah korban asli kemungkinan lebih tinggi. Sebab, data saat ini baru mencakup sebagian sertifikat kematian digital yang masuk.
Meski suhu di beberapa wilayah mulai turun, dampak buruk dari cuaca panas ini diperkirakan masih akan terasa selama beberapa hari ke depan.
