Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gelombang Panas di Prancis, Ratusan Ribu Unggas Mati

Gelombang Panas di Prancis, Ratusan Ribu Unggas Mati
Ilustrasi unggas (Unsplash.com/Kamil Switalski)
Intinya Sih
  • Gelombang panas ekstrem di Prancis menyebabkan ratusan ribu unggas mati, terutama di wilayah Brittany dan Pays de la Loire yang menjadi pusat produksi unggas nasional.
  • Kapasitas pengolahan limbah hewan kewalahan akibat banyaknya bangkai unggas, membuat peternak menumpuknya di kebun sambil menunggu izin penguburan langsung dari pemerintah.
  • Produksi susu sapi di Prancis barat turun hingga 20 persen karena stres panas, meski peternak sudah berupaya mendinginkan kandang dengan kipas angin sepanjang hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat membuat banyak hewan ternak di Prancis mati. Cuaca terik yang memuncak sejak Selasa (23/6/2026) menyebabkan ratusan ribu unggas mati sekaligus.

Laporan resmi pada Rabu (24/6/2026) menunjukkan, daerah sentra unggas paling parah terkena dampak. Kondisi ini mulai mengganggu rantai pasok pangan dan pelayanan kebersihan pertanian di tingkat lokal.

1. Kematian unggas melonjak di Brittany dan Pays de la Loire

Wilayah Brittany dan Pays de la Loire mencatat lonjakan drastis kematian unggas akibat suhu tinggi. Kedua wilayah ini menguasai hampir 60 persen dari seluruh populasi unggas di Prancis.

Dinas pertanian setempat sudah mengeluarkan peringatan resmi mengenai besarnya angka kematian ini. Kejadian melanda semua jenis peternakan, baik yang di dalam ruangan maupun di luar.

Asosiasi peternakan nasional memperkirakan ratusan ribu unggas mati, meskipun penghitungan rinci masih berlangsung. Hal ini memberi tekanan ekonomi pada Prancis yang merupakan produsen unggas terbesar ketiga di Uni Eropa.

"Kami dan hewan ternak sama-sama tersiksa. Mereka sangat menderita karena panas, dan saat seperti ini kematiannya jadi tidak wajar," kata seorang peternak ayam, Clement Blanchard, dikutip Telegraph India.

2. Bangkai menumpuk, peternak pakai serbuk gergaji untuk cegah bau

Jumlah bangkai unggas yang tiba-tiba melonjak melebihi kapasitas pabrik pengolahan limbah hewan. Karena keterbatasan itu, sejumlah peternak terpaksa menumpuk bangkai di lahan kebun mereka sambil menunggu penanganan.

Pemerintah Prancis kini mempertimbangkan izin penguburan langsung di area pertanian untuk mencegah penyebaran penyakit. Namun, prosedur ini harus melalui pemeriksaan teknis dan uji kelayakan lingkungan terlebih dulu.

Untuk sementara, peternak diimbau menaburkan serbuk gergaji atau serutan kayu di atas tumpukan bangkai. Cara ini berguna menyerap cairan, menekan bau busuk, serta mengurangi potensi pencemaran.

3. Produksi susu sapi anjlok hingga 20 persen

Tak hanya unggas, gelombang panas juga memukul peternakan sapi perah di Prancis bagian barat. Suhu tinggi membuat sapi makan lebih sedikit dan membutuhkan lebih banyak air bersih.

Stres akibat panas menyebabkan produksi susu harian di sejumlah peternakan turun 15 hingga 20 persen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan susu nasional dalam beberapa pekan ke depan.

Upaya mendinginkan kandang dengan kipas angin berkapasitas penuh sepanjang hari sudah dilakukan. Namun, langkah tersebut dinilai belum cukup ampuh meredakan stres pada hewan ternak.

"Sapi-sapi itu berdiri dengan mulut terbuka lebar, susah payah mencari udara," kata peternak sapi perah, Frederic Vincent.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More