Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seorang pengunjuk rasa yang menyelimuti dirinya dengan bendera nasional Prancis berdiri di depan kantor pariwisata Lyon yang dibakar saat demonstrasi untuk memprotes "tingginya biaya hidup", di Lyon, Prancis bagian tenggara, pada 17 Oktober 2026 (AFP/JEFF PACHOUD)
  • Lebih dari 600 ribu orang berdemonstrasi di berbagai kota Prancis menuntut penanganan biaya hidup, upah rendah, layanan publik, ketimpangan, serta kondisi sekolah yang memburuk.
  • Serikat pekerja dan pelajar menggelar mogok yang mengganggu sekolah, rumah sakit, transportasi, dan sejumlah lokasi wisata; 448 orang diamankan serta 53 polisi terluka dalam bentrokan terbatas.
  • Perdana Menteri Sébastien Lecornu akan bertemu serikat pekerja dan pengusaha untuk membahas daya beli serta upah, sementara pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran demi menekan defisit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan di berbagai kota di Prancis dalam gelombang protes terbaru yang meluas di negara tersebut pada Kamis (5/11/2026). Menteri Dalam Negeri, Laurent Nunez, mengatakan bahwa jumlah total pengunjuk rasa terus meningkat dari sekitar 270 ribu orang menjadi 600 ribu orang.

Dilaporkan oleh DW, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk menangani memburuknya kualitas layanan publik serta tingginya biaya hidup. Pekerja dari sektor publik maupun swasta bergabung dengan para pelajar, yang selama sebulan terakhir telah menggelar berbagai aksi protes.

Prancis dilanda aksi protes sejak September lalu, ketika para pelajar mulai berdemonstrasi menentang kondisi yang buruk di sekolah-sekolah negeri. Gerakan tersebut kemudian melebur dengan kemarahan yang lebih luas terkait biaya hidup dan ketimpangan, yang memuncak menjadi kerusuhan terburuk di negara itu pada 17 Oktober lalu.

Jumlah massa yang dilaporkan pada Kamis lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pada aksi protes 17 Oktober. Serikat pekerja sayap kiri, CGT, menyebut bahwa jumlah peserta dalam mobilisasi demonstrasi tersebut mencapai 1,57 juta orang. Pihaknya mengatakan bahwa angka tersebut merupakan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2023.

1. Serikat pekerja publik dan swasta serukan aksi mogok kerja

ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/Alice Triquet)

Serikat pekerja di sektor publik maupun swasta, termasuk serikat pekerja yang mewakili pegawai kereta api, rumah sakit umum, dan layanan pos, menyerukan aksi mogok kerja. Mereka menuntut kenaikan upah minimum, kenaikan gaji secara menyeluruh, reformasi pajak, serta kondisi pembelajaran yang lebih baik bagi generasi muda.

Kementerian Pendidikan Prancis mengatakan bahwa sedikitnya 15 persen tenaga pengajar di negara tersebut ikut serta dalam aksi mogok pada Kamis. Sekitar sepertiga sekolah menengah di negara itu ditutup, baik akibat blokade oleh para siswa maupun aksi mogok yang dilakukan oleh para guru, dilansir Al Jazeera.

Menurut perusahaan utilitas milik negara EDF, serikat pekerja di sektor ketenagalistrikan Prancis juga turut serta dalam aksi pada Kamis. Gangguan dilaporkan terjadi di sekolah-sekolah, rumah sakit, dan transportasi umum. Selain itu, menara Eiffel serta beberapa ruang pameran di museum Louvre, Paris, juga terpaksa ditutup.

Sejumlah politisi ternama turut hadir dalam unjuk rasa pada Kamis, termasuk kandidat presiden Jean-Luc Melenchon dan Raphael Glucksmann. Nuñez menegaskan akan memberikan respons yang sangat tegas terhadap segala potensi terjadinya kekerasan.

2. Setidaknya 448 orang diamankan polisi dan 53 petugas kepolisian terluka

Arc de Triomphe, Paris, Prancis. (unsplash.com/Rodrigo Kugnharski)

Sekitar 70 ribu petugas kepolisian dan aparat keamanan dikerahkan di seluruh negeri. Menurut kementerian terkait, setidaknya 448 orang telah ditangkap dan 53 petugas kepolisian mengalami luka-luka.

Sekitar dua jam setelah aksi protes dimulai, beberapa pengunjuk rasa di barisan depan terlibat bentrokan dengan polisi. Pihak kepolisian menyatakan bahwa sejumlah orang yang mengenakan penutup kepala telah melakukan perusakan properti sehingga petugas segera bertindak untuk memisahkan mereka dari kelompok lainnya.

Aksi unjuk rasa pada Kamis sebagian besar berlangsung damai. Namun, bentrokan sempat terjadi di beberapa kota, termasuk Paris dan Lyon. Di ibu kota Prancis itu, polisi sempat menembakkan gas air mata terhadap para pengunjuk rasa.

Di Paris, suasana awalnya terasa meriah. Massa yang beragam menyanyikan lagu kebangsaan La Marseillaise. Kendaraan hias bergaya karnaval juga terlihat melintasi jalan-jalan setelah aksi protes utama dimulai pada sore hari dari Place de la République.

3. PM Prancis akan temui serikat pekerja dan pengusaha pekan depan

Bendera Prancis (unsplash.com/Anthony Choren)

Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, mengatakan akan mengadakan konferensi sosial dengan pihak serikat pekerja dan pengusaha pada Senin depan. Konferensi tersebut bertujuan memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan seputar daya beli dan upah.

Pemerintah telah berupaya meredam kemarahan publik akibat kenaikan harga dengan menurunkan biaya bahan bakar melalui pelepasan 10 juta barel solar dari cadangan strategis. Para menteri juga telah berjanji kepada para pelajar untuk mereformasi platform penerimaan universitas dan akan menggantinya paling lambat pada 2028.

Namun, pemerintah sendiri mengakui bahwa ruang gerak mereka sangat terbatas. Hal tersebut dikarenakan pihaknya harus melakukan penghematan hingga puluhan miliar euro demi menekan defisit anggaran menjadi 5 persen dari PDB, dikutip dari BBC.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyalahkan kelompok ultra-kiri atas tindak kekerasan yang terjadi. Aksi protes pada Kamus berlangsung lima bulan menjelang pemilihan umum untuk menggantikan Macron, di mana kelompok sayap kanan saat ini memimpin dalam berbagai jajak pendapat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article