Jakarta, IDN Times - Ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan di berbagai kota di Prancis dalam gelombang protes terbaru yang meluas di negara tersebut pada Kamis (5/11/2026). Menteri Dalam Negeri, Laurent Nunez, mengatakan bahwa jumlah total pengunjuk rasa terus meningkat dari sekitar 270 ribu orang menjadi 600 ribu orang.
Dilaporkan oleh DW, para pengunjuk rasa mendesak pemerintah untuk menangani memburuknya kualitas layanan publik serta tingginya biaya hidup. Pekerja dari sektor publik maupun swasta bergabung dengan para pelajar, yang selama sebulan terakhir telah menggelar berbagai aksi protes.
Prancis dilanda aksi protes sejak September lalu, ketika para pelajar mulai berdemonstrasi menentang kondisi yang buruk di sekolah-sekolah negeri. Gerakan tersebut kemudian melebur dengan kemarahan yang lebih luas terkait biaya hidup dan ketimpangan, yang memuncak menjadi kerusuhan terburuk di negara itu pada 17 Oktober lalu.
Jumlah massa yang dilaporkan pada Kamis lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pada aksi protes 17 Oktober. Serikat pekerja sayap kiri, CGT, menyebut bahwa jumlah peserta dalam mobilisasi demonstrasi tersebut mencapai 1,57 juta orang. Pihaknya mengatakan bahwa angka tersebut merupakan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak 2023.