JLNT Muara Karang Era Ahok Mangkrak, Pramono Targetkan Rampung 3 Bulan

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan melanjutkan pembangunan JLNT PJB Muara Karang di Jakarta Utara yang mangkrak sejak era Ahok pada 2015.
- Pramono menetapkan batas waktu maksimal tiga bulan untuk menuntaskan proyek tersebut, setelah penyelesaiannya tertunda selama bertahun-tahun.
- Penyelesaian jalan layang ditargetkan mengurangi kemacetan di kawasan Pluit; Pramono menyebut kendala sebelumnya terkait komunikasi dan kepercayaan antarpihak.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan penyelesaian jalan layang non-tol (JLNT) PJB Muara Karang, Jakarta Utara, dalam waktu maksimal tiga bulan. Proyek tersebut sempat mangkrak dibangun sejak era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 2015.
Pramono mengatakan, penyelesaian proyek tersebut menjadi salah satu keputusan dalam rapat terbatas (ratas) yang digelar di tingkat kecamatan.
"Saya meminta untuk jalan layang non-tol PJB Muara Karang yang sudah dibangun sejak eranya Pak Ahok gak selesai-selesai dan sekarang tidak dilanjutkan," kata Pramono di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026).
"Tadi saya memutuskan untuk diselesaikan dan saya memberikan batas waktu maksimum 3 bulan untuk diselesaikan," ujar dia.
1. Urai kemacetan di Pluit

Gubuk berdiri di sisi atas Jalan Layang Non Tol (JLNT) yang terbengkalai di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu (27/5/2023). (ANTARA/Abdu Faisal) Menurut Pramono, penyelesaian jalan layang tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan kemacetan di sekitar kawasan Pluit.
"Dan itu memberikan dampak apa, yang signifikan untuk kemacetan yang ada di sekitar Pluit," kata dia.
2. Target rampung tiga bulan

Satpol PP datangi PPKS di JLNT mangkrak di Pluit, Penjaringan, Jakut (dok Satpol PP Namun, Pramono memastikan pengerjaannya kini akan dituntaskan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.
"Karena memang ini ditunggu sejak lama, saya juga gak tahu kenapa gak selesai-selesai, tapi saya sudah putuskan untuk diselesaikan dalam waktu tiga bulan ini," kata dia.
3. Proyek Ahok mangkrak karena soal kepercayaan

Satpol PP datangi PPKS di JLNT mangkrak di Pluit, Penjaringan, Jakut (dok Satpol PP Pramono menjelaskan, salah satu penyebab jalan layang non-tol tersebut tak kunjung rampung selama bertahun-tahun adalah persoalan komunikasi dan kepercayaan antarpihak.
"Sering kali hal sederhana sebenarnya. Kalau saya harus mengatakan dengan jujur ya. Kenapa hal sederhana? Komunikasi," ujar dia.
Menurut dia, proyek yang dibangun pada era Ahok itu tidak dilanjutkan oleh gubernur setelahnya sehingga penyelesaiannya terus tertunda.
"Dan juga tidak ada trust, percaya. Karena tidak ada komunikasi, tidak ada trust, begitu gubernur yang sebelumnya yang membangun di era Pak Ahok yang belum selesai, enggak ada yang melanjutkan. Kalau enggak ada yang melanjutkan sampai kapan pun tidak akan pernah selesai," ucap Pramono.





















