Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu pendukung oposisi turun ke jalan di New Delhi, India, pada Minggu (1/11/2026). Mereka menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) India, Gyanesh Kumar, mengundurkan diri akibat penghapusan lebih dari 130 juta nama dari daftar pemilih.
Aksi unjuk rasa yang dipimpin oleh tokoh oposisi Partai Kongres, Rahul Gandhi, ini menuding kebijakan tersebut sengaja dirancang untuk menguntungkan partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP). Demonstrasi besar ini diinisiasi oleh aliansi oposisi Indian National Developmental Inclusive Alliance (INDIA) yang memobilisasi kader dari berbagai negara bagian menuju lapangan Ramlila Maidan.
Lokasi dipilih setelah kepolisian mencabut Jantar Mantar dari daftar tempat resmi unjuk rasa pada bulan lalu. Sepanjang aksi, massa mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan penyelamatan demokrasi di tengah penjagaan ribuan aparat keamanan.