Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RI Gandeng India Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis AI

3 min read
RI Gandeng India Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis AI
ilustrasi ilustrasi teknologi AI (vecteezy.com/MD. SAROUR HOSEN)
  • Indonesia dan India memperluas kerja sama ekonomi digital melalui Indonesia-India Creative-Tech Corridor.

  • Pemerintah menilai AI dapat membuka lapangan kerja dan keterampilan baru di sektor ekonomi kreatif.

  • KEK Singhasari diarahkan menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut hubungan sejarah dan budaya Indonesia dengan India menjadi modal untuk memperluas kerja sama di era ekonomi digital.

Kedua negara memiliki kedekatan dalam bidang seni, pengetahuan, hingga pemikiran filosofis, yang kini didukung konektivitas digital dan perkembangan teknologi.

Airlangga berharap kolaborasi Indonesia dan India melalui Indonesia-India Creative-Tech Corridor dapat mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif hingga dua digit. Harapan itu disampaikan saat meresmikan koridor teknologi kreatif tersebut di Jakarta.

"Jadi, sata berharap melalui kolaborasi ini, sektor kreatifitas dapat tumbuh hingga dua digit,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

  1. 1. AI jadi peluang untuk ciptakan lapangan kerja baru

    ilustrasi pengguna teknologi AI
    ilustrasi pengguna teknologi AI (vecteezy.com/Khoirul Arif)

    Pemerintah mendorong ekonomi kreatif dan transformasi digital sebagai bagian dari upaya memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

    Pemanfaatan akal imitasi atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu fokus, seiring perkembangan industri kreatif yang makin mengandalkan pengetahuan dan teknologi serta terhubung dengan pasar global.

    “AI bukan sekadar pengganti pekerjaan, melainkan juga sarana untuk menciptakan lapangan kerja dan keterampilan baru. Itulah sebabnya kita memerlukan dukungan dari Kawasan Ekonomi Khusus seperti Singhasari," ujar Airlangga.

  2. 2. Pemerintah kembangkan data center hingga industri cip

    ilustrasi data center, pusat data, teknologi AI, server
    ilustrasi data center, pusat data, teknologi AI, server (vecteezy.com/md. ishrafil islam)

    Perkembangan AI, Internet of Things (IoT), machine learning, hingga quantum computing meningkatkan kebutuhan terhadap infrastruktur digital. Kondisi tersebut turut mendorong permintaan pusat data (data center) dan pengembangan industri semikonduktor di tingkat global.

    Untuk mendukung kebutuhan itu, pemerintah bekerja sama dengan Arm dalam pengembangan ekosistem desain cip (chip design) dan industri semikonduktor nasional. Pemerintah juga mengarahkan investasi pusat data ke sejumlah kawasan, termasuk KEK Nongsa di Kepulauan Riau yang sedang diperluas, KEK di Tangerang Selatan, serta kawasan Karawang.

    Pengembangan pusat data di berbagai kawasan tersebut turut mempertimbangkan ketersediaan energi dan jaringan serat optik sebagai penunjang konektivitas.

  3. 3. KEK Singhasari disiapkan jadi pusat riset dan inovasi

    ilustrasi riset pasar
    ilustrasi riset (pexels.com/Yan Krukau)

    Pemerintah mendorong pengembangan KEK berbasis teknologi dan kreativitas, termasuk KEK Singhasari, agar menjadi pusat riset, inovasi, dan komersialisasi karya kreatif. Pemanfaatan pusat data dan infrastruktur di kawasan tersebut diharapkan menghasilkan efek berganda (multiplier effect) serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif hingga dua digit.

    Airlangga menjelaskan, industri kreatif kini semakin bergantung pada pengetahuan dan perkembangan teknologi, mulai dari AI, IoT, digital twin, hingga quantum computing.

    "Perkembangan pesat ini mendorong kebutuhan pusat data (data center) dan semikonduktor, yang kini terus kita dorong pengembangannya di berbagai Kawasan Ekonomi Khusus," kata dia.

    Acara peresmian Indonesia-India Creative-Tech Corridor turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Bekraf Teuku Riefky Harsya, Wakil Duta Besar India untuk Indonesia Bijay Selvaraj, Sekretaris Kemenko Perekonomian sekaligus Ketua Tim Pelaksana KEK Susiwijono Moegiarso, serta Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More