Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
RI Ucapkan Belasungkawa Pasukan Perdamaian Prancis Tewas di Lebanon
potret pasukan UNIFIL (flickr.com/Irish Defence Forces via commons.wikimedia.org/Irish Defence Forces)
  • Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa atas tewasnya pasukan perdamaian Prancis di Lebanon dan menyerukan semua pihak menghormati gencatan senjata demi mencegah eskalasi konflik.
  • Insiden penembakan terhadap patroli UNIFIL di Lebanon selatan menewaskan satu personel Prancis dan melukai tiga lainnya, disebut sebagai serangan disengaja di tengah situasi keamanan rapuh.
  • Patroli UNIFIL diserang saat menjalankan misi pembersihan bahan peledak di desa Ghanduriyah; pelaku diduga aktor non-negara dan serangan itu dikecam keras oleh PBB serta otoritas Prancis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal Maret

Konflik antara Hizbullah dan Israel kembali memanas di Lebanon selatan, meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian PBB.

9 April 2026

Indonesia menandatangani Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB sebagai komitmen memperkuat perlindungan bagi pasukan perdamaian.

16 April

Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku di wilayah perbatasan.

18 April 2026

Patroli UNIFIL asal Prancis diserang di desa Ghanduriyah, Lebanon selatan. Satu prajurit tewas dan tiga lainnya terluka saat menjalankan misi pembersihan bahan peledak.

19 April 2026

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah dan rakyat Prancis atas gugurnya pasukan perdamaian dalam serangan terhadap UNIFIL.

kini

Indonesia menyerukan penghormatan penuh terhadap gencatan senjata serta menegaskan solidaritas dengan Prancis dan negara kontributor lain untuk melindungi personel PBB.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pasukan penjaga perdamaian asal Prancis tewas dan tiga lainnya terluka setelah patroli UNIFIL diserang oleh kelompok bersenjata di Lebanon selatan.
  • Who?
    Korban merupakan anggota pasukan perdamaian PBB asal Prancis. Presiden Emmanuel Macron menuding Hizbullah sebagai pelaku, namun kelompok itu membantah tuduhan tersebut.
  • Where?
    Insiden terjadi di desa Ghanduriyah, Lebanon selatan, saat pasukan menjalankan misi pembersihan bahan peledak di wilayah operasi UNIFIL.
  • When?
    Serangan terjadi pada 18 April 2026, dua hari setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada 16 April 2026.
  • Why?
    Penyebab pasti serangan belum diketahui, namun disebut sebagai tindakan disengaja yang terjadi di tengah masa gencatan senjata dan situasi keamanan yang rapuh.
  • How?
    Patroli UNIFIL disergap dari jarak dekat menggunakan senjata ringan saat melakukan pembersihan jalan. Satu prajurit tewas di tempat dan tiga lainnya mengalami luka serius.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tentara dari Prancis yang jaga perdamaian di Lebanon, tapi mereka diserang waktu patroli. Satu tentara meninggal dan tiga terluka. Indonesia bilang ikut sedih dan minta semua orang jangan berkelahi lagi. Katanya harus hormati gencatan senjata supaya tidak makin bahaya dan semua bisa aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tragedi yang menimpa pasukan perdamaian Prancis di Lebanon, sikap Indonesia menunjukkan semangat solidaritas dan komitmen terhadap perdamaian global. Melalui pernyataan resmi, pemerintah menegaskan pentingnya menghormati gencatan senjata serta perlindungan bagi personel PBB, mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas serta kemanusiaan di wilayah konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang pasukan penjaga perdamaian asal Prancis tewas dan tiga lainnya terluka setelah patroli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diserang di Lebanon selatan. Kementerian Luar Negeri RI melalui akun X-nya menyampaikan belasungkawa atas pasukan perdamaian Prancis yang tewas dan luka.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Prancis atas gugurnya peacekeepers Prancis dan beberapa lainnya mengalami luka-luka dalam insiden terhadap UNIFIL pada tanggal 18 April 2026," tulis akun X @Kemlu_RI, Minggu (19/4/2026).

Kemlu menyampaikan, serangan yang dilakukan berada pada masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.

"Serangan yang terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan hal yang tidak dapat diterima. Seluruh pihak harus menahan diri, menghormati kedaulatan negara dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional," kata dia.

1. Proses gencatan senjata harus dihormati

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL (dok. UNIFIL)

Indonesia juga meminta semua pihak untuk menghormati gencatan senjata. Hal itu bertujuan agar eskalasi tidak semakin meningkat.

"Negosiasi yang tengah berlangsung dan gencatan senjata harus dihormati sepenuhnya, serta tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan yang akan berisiko memperburuk eskalasi dan membahayakan keselamatan personel di lapangan," ujar Kemlu RI.

Indonesia juga terus menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi tersebut. Terlebih, pasukan perdamaian juga menjadi korban, termasuk tiga anggota TNI yang gugur di Lebanon.

"Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. Indonesia kembali menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB, sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026," ujar dia.

2. Peristiwa itu disebut sebagai serangan yang disengaja

personel UNIFIL (x.com/@UNIFIL_)

Insiden ini disebut sebagai serangan yang disengaja dan terjadi di tengah situasi keamanan yang masih rapuh. Pasukan tersebut merupakan bagian dari United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) yang mengonfirmasi satu personel meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka. Dua di antaranya bahkan dalam kondisi serius, setelah patroli mereka ditembaki menggunakan senjata ringan.

Serangan ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di wilayah tersebut, terutama sejak kembali memanasnya konflik antara Hizbullah dan Israel pada awal Maret.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, secara langsung menuding kelompok Hizbullah berada di balik serangan tersebut, meskipun tuduhan itu langsung dibantah oleh kelompok yang didukung Iran tersebut.

Di sisi lain, insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada 16 April.

3. Serangan mendadak di tengah misi pembersihan

personel UNIFIL (x.com/@UNIFIL_)

UNIFIL menjelaskan, patroli tersebut tengah menjalankan misi untuk membersihkan sisa bahan peledak di sebuah jalan di desa Ghanduriyah. Misi ini bertujuan membuka kembali akses ke sejumlah posisi yang terisolasi akibat pertempuran sebelumnya.

Namun, di tengah operasi tersebut, tim tiba-tiba diserang oleh kelompok bersenjata. UNIFIL menyebut pelaku sebagai aktor non-negara dan mengecam keras insiden tersebut.

Serangan itu disebut sebagai tindakan yang disengaja. UNIFIL menegaskan serangan tersebut bersifat disengaja.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Catherine Vautrin, mengatakan, pasukan yang tewas merupakan bagian dari misi untuk membuka kembali akses ke posisi UNIFIL yang terputus.

Dia menjelaskan, pasukan tersebut disergap oleh kelompok bersenjata dari jarak sangat dekat dan korban langsung terkena tembakan dari senjata ringan.

Menurut dia, rekan-rekan korban sempat berusaha menyelamatkan, namun nyawanya tidak tertolong.

Editorial Team