LPEM: Laki-laki Lebih Lama Dapat Kerja dari Perempuan, Hampir 21 Bulan

- Data Sakernas Agustus 2025 menunjukkan laki-laki butuh rata-rata 20,95 bulan untuk dapat pekerjaan pertama, lebih lama dibanding perempuan yang memerlukan sekitar 18,51 bulan.
- Laporan LPEM FEB UI menemukan pola serupa di berbagai generasi, dengan selisih waktu pencarian kerja antara laki-laki dan perempuan berkisar dua hingga tiga bulan.
- Perbedaan durasi ini dikaitkan dengan ekspektasi upah; laki-laki cenderung berharap gaji lebih tinggi sehingga lebih selektif dalam memilih pekerjaan.
Jakarta, IDN Times - Data Sakernas Agustus 2025 menunjukkan laki-laki butuh waktu lebih lama untuk dapat pekerjaan pertamanya setelah selesaikan pendidikan dibandingkan perempuan. Temuan ini kemudian diolah oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM FEB UI.
Rata-rata durasi pencarian kerja laki-laki tercatat mencapai 20,95 bulan. Sementara itu, perempuan butuh rata-rata 18,51 bulan untuk dapat perkerjaan setelah selesai pendidikan terakhir.
“Ya, data juga menunjukkan adanya perbedaan durasi pencarian kerja antara laki-laki dan perempuan: laki-laki butuh waktu lebih lama untuk memperoleh pekerjaan pertama setelah menyelesaikan pendidikan dibandingkan perempuan,” tulis LPEM FEB UI dalam Transisi Tenaga Kerja di Indonesia: Profil dan Gambaran Durasi Pencarian Kerja-Labor Market Brief Mei 2026, dikutip Senin (8/6/2026).
1. Jika dikelompokkan dari generasi

Pola tersebut terlihat pada seluruh kelompok generasi yang dianalisis dalam laporan. Pada generasi 1990-2000, laki-laki membutuhkan rata-rata 22,33 bulan untuk memperoleh pekerjaan, sedangkan perempuan 20,30 bulan.
Pada generasi 2001-2010, rata-rata durasi pencarian kerja laki-laki mencapai 19,96 bulan dan perempuan 17,95 bulan. Adapun pada generasi 2011-2025, laki-laki membutuhkan 21,49 bulan sementara perempuan 18,50 bulan.
2. Kaitannya dengan ekspektasi upah

Secara nasional, rata-rata orang Indonesia membutuhkan 19,8 bulan atau hampir 20 bulan untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakhir.
LPEM FEB UI mengaitkan perbedaan tersebut dengan ekspektasi upah. Dalam laporan itu disebutkan bahwa besarnya upah yang diharapkan atau reservation wage dapat pemgaruhi cepat atau lambatnya seseorang dapat pekerjaan.
“Pencari kerja yang menginginkan upah lebih tinggi biasanya lebih selektif dalam memilih pekerjaan, sehingga proses pencarian kerja bisa berlangsung lebih lama,” tulis laporan tersebut.
3. Laki-laki cenderung berekspektasi gaji tinggi

Laporan yang sama juga menyebut, salah satu penjelasannya adalah laki-laki cenderung memiliki ekspektasi gaji yang lebih tinggi sehingga lebih selektif dalam memilih pekerjaan.
Selain jenis kelamin dan ekspektasi upah, LPEM FEB UI mencatat sejumlah faktor lain yang memengaruhi durasi pencarian kerja, antara lain tingkat pendidikan, kesesuaian jurusan dengan pekerjaan, pengalaman kerja dan keterampilan, serta lokasi tempat tinggal.
Analisis tersebut menggunakan data Sakernas Agustus 2025 dan mencakup penduduk usia 15 tahun ke atas yang memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan terakir.

















