Jakarta, IDN Times - Ribuan demonstran turun ke jalan di berbagai kota di Kolombia untuk mengecam ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang ingin memperluas operasi militernya ke Kolombia, setelah serangan di Venezuela pada akhir pekan lalu.
Presiden Gustavo Petro menyerukan demonstrasi pada Rabu (7/1/2026), setelah Trump mengindikasikan dukungan gagasan perluasan operasi militer tersebut. Di Cúcuta, sebuah kota yang berbatasan dengan Venezuela, ratusan demonstran mengibarkan bendera kuning, biru, dan merah seraya meneriakkan "Singkirkan orang-orang Amerika!".
"Trump adalah iblis, dia adalah orang yang paling menjijikkan di dunia," kata seorang demonstran berusia 55 tahun bernama Janet Chacón.
Pada Minggu, Trump menyebut Petro sebagai orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke AS. Pemimpin negara adidaya itu juga mengindikasikan keinginannya terhadap intervensi militer ala Venezuela di Kolombia, mengutip The Guardian.
