Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ribuan Mahasiswa Albania Demo Desak Perubahan Sistem Pendidikan

2 min read
Ribuan Mahasiswa Albania Demo Desak Perubahan Sistem Pendidikan
ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)
  • Ribuan mahasiswa berdemonstrasi di Tirana menuntut perombakan sistem pendidikan, menyoroti kondisi universitas yang buruk, biaya kuliah tinggi, serta minimnya peluang kerja bagi lulusan.
  • Aksi yang bermula damai di Balai Kota Tirana berubah ricuh saat massa berupaya memasuki Kementerian Pendidikan; 13 orang, termasuk wartawan, dan enam polisi terluka.
  • Polisi Albania menangkap 23 demonstran atas dugaan kekerasan dan perusakan. Asosiasi Jurnalis Albania melaporkan jurnalis terluka akibat pukulan polisi serta diminta menghentikan liputan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ribuan mahasiswa mengadakan demonstrasi di luar Kantor Kementerian Pendidikan Albania di Tirana pada Selasa (13/10/2026). Demonstrasi ini digelar untuk memprotes kebijakan pemerintah soal buruknya kualitas pendidikan di Albania. 

Beberapa bulan terakhir, Albania sudah dilanda serangkaian demonstrasi menolak pembangunan hotel mewah yang terafiliasi menantu Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Jared Kushner. Demonstrasi itu dikenal luas dengan julukan Revolusi Flamingo. 

  1. 1. Mahasiswa kecewa buruknya pendidikan dan minimnya kesempatan kerja di Albania

    Demonstrasi mahasiswa ini dimulai pukul 14.00 waktu setempat. Aksi ini dilakukan untuk memprotes buruknya kondisi di universitas, tingginya biaya pendidikan, dan kurangnya kesempatan kerja setelah lulus dari perguruan tinggi. 

    “Albania membutuhkan revolusi, perubahan dan menggulingkan sistem pendidikan saat ini karena kita tidak bisa seperti ini terus. Terdapat ketidakadilan sosial yang dalam di Albania dan tingginya ketimpangan antara orang kaya dan miskin,” tuturnya, dikutip dari Vijesti.

    Demonstrasi ini digelar menyusul gelombang aktivisme siswa di Eropa untuk menuntut perbaikan pendidikan. Terutama, setelah siswa SMA di Prancis menggelar demo besar dan memblokir sekolah selama beberapa pekan. 

  2. 2. Bentrokan terjadi di luar gedung Kementerian Pendidikan Albania

    Demonstrasi yang awalnya damai di Balai Kota Tirana ini berlangsung ricuh menyusul bentrokan dengan aparat kepolisian. Eskalasi baru terjadi menyusul demonstran yang marah berusaha masuk ke Kantor Kementerian Pendidikan Albania.

    Dilansir Albania Daily News, konfrontasi antara demonstran dan aparat kepolisian kian panas tak bisa dibendung. Kericuhan semakin menjadi-jadi ketika polisi berusaha membubarkan massa dengan gas air mata, hingga membuat sejumlah mahasiswa terluka karena pukulan. 

    Sebanyak 13 orang, termasuk awak media harus mendapatkan bantuan medis menyusul bentrokan. Sedangkan enam petugas kepolisian juga sudah dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka-luka.  

  3. 3. Polisi Albania tangkap 23 demonstran yang dituduh picu kekerasan

    Pada hari yang sama, polisi Albania mengumumkan penangkapan 23 demonstran. Penangkapan puluhan demonstran atas tuduhan terlibat dalam kekerasan, termasuk merusak pagar dan jendela di gedung pemerintahan Albania. 

    Sementara, polisi berdalih sudah meminta demonstran untuk menghentikan serangan ke gedung pemerintahan. Menurut keterangan polisi, demonstran terus menyerang polisi dengan bom molotov, kaleng, batu, dan objek keras lainnya. 

    Dilansir Balkan Insight, Asosiasi Jurnalis Albania mengatakan bahwa jurnalis mendapatkan luka fisik imbas pukulan dari polisi. Diketahui sejumlah aparat kepolisian memerintahkan jurnalis untuk menyetop penayangan demonstrasi ini. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More