Ribuan Warga Portugal Demo, Protes Kenaikan Biaya Hidup-Tempat Tinggal

- Ribuan warga Portugal berdemonstrasi di Lisbon, Porto, dan Coimbra pada 17 Oktober 2026, memprotes kenaikan biaya hidup serta sewa tempat tinggal yang dinilai memberatkan.
- Aksi yang diorganisir CGTP menuntut kenaikan upah minimum, perbaikan pensiun, layanan publik, dan kebijakan perumahan; sekitar 100 aktivis perumahan muda turut berpawai di Porto.
- Gerakan Perumahan Portugal menyatakan demonstrasi akan berlanjut hingga kondisi membaik, setelah aksi serupa di Porto dibubarkan polisi; pemimpin Partai Sosialis meminta aksi tetap bertanggung jawab.
Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Portugal dikabarkan menggelar demo besar-besaran pada Sabtu (17/10/2026). Demo tersebut bertujuan untuk memprotes pemerintah soal kenaikan biaya hidup dan biaya sewa tempat tinggal. Selain itu, para demonstran juga mendesak pemerintah untuk menaikkan upah minimum agar mereka bisa hidup lebih sejahtera.
Dilansir Anadolu Agency, demo ini dilakukan di tiga kota besar yang ada di Portugal, yakni Lisbon, Porto, dan Coimbra. Demo ini diorganisir oleh Serikat Pekerja Konfederasi Umum Pekerja Portugis (CGTP). Organisasi inilah yang mengatur pergerakan massa di Lisbon, Porto, dan Coimbra.
1. Demo di Lisbon diikuti oleh para serikat pekerja yang menentang upah rendah dan kenaikan harga tempat tinggal

potret Kota Lisbon, Portugal (pexels.com/Junior Diniz PHOTOGRAPHER IN LISBON) Di Lisbon, para pengunjuk rasa berangkat dari Cais do Sodre menuju Lapangan Rossio. Di kota tersebut, peserta demo dipimpin oleh Sekretaris Jenderal CGTP, Tiago Oliveira, dan anggota serikat pekerja yang membawa spanduk. Spanduk tersebut berisi tulisan yang menuntut pemerintah untuk menaikkan upah. Demo di kota ini digelar sekitar pukul 17.00 sore waktu setempat.
Dalam demo ini, para demonstran meneriakkan slogan-slogan yang menentang upah rendah dan kenaikan harga sewa tempat tinggal sambil membawa spanduk yang menyerukan kebijakan perumahan. Mereka ingin Pemerintah Portugal ssgera mengatasi masalah ini agar dampaknya tidak semakin terasa, terutama bagi kalangan masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah.
2. Demo di Porto diikuti 100 aktivis muda

potret Kota Porto, Portugal (pexels.com/Junior Diniz PHOTOGRAPHER IN LISBON) Di Porto, beberapa ribu orang berpawai dari Praca da Batalha ke Praca D. Joao I. Mereka juga menuntut pemerintah untuk memberikan upah yang lebih tinggi, jaminan pensiun yang lebih baik, dan perbaikan layanan publik untuk semua lapisan masyarakat.
Sekitar 100 aktivis perumahan muda bergabung dalam pawai tersebut. Mereka membawa plakat yang melambangkan isu dalam protes. Mereka disambut dengan tepuk tangan dari para demonstran saat tiba di alun-alun. Di sana, kerumunan massa dikabarkan sampai meluber ke trotoar. Di sisi lain, ribuan pengunjuk rasa juga memadati Coimbra.
3. Demo akan berlanjut sampai kondisi membaik

ilustrasi demo (unsplash.com/Clay Banks) Juru Bicara Gerakan Perumahan Portugal, Cristiana Leal, mengatakan, unjuk rasa akan berlanjut hingga kondisi kehidupan warga membaik. Sebab, ia menilai Pemerintah Portugal terlalu lamban dalam mengatasi kenaikan biaya hidup dan kenaikan biaya sewa tempat tinggal di wilayahnya.
Pada Kamis (15/10/2026) lalu, demo serupa sebetulnya juga terjadi di Porto. Namun, demo tersebut dibubarkan paksa oleh polisi setempat. Inilah yang lantas memicu warga Portugal untuk melakukan aksi demo yang lebih luas di beberapa kota besar.
Pemimpin Partai Sosialis Portugal, Jose Luis Carneiro, mendukung demo yang dilakukan oleh warganya. Namun, Carneiro meminta para pengunjuk rasa agar melakukan demo dengan bertanggung jawab. Sebab, ia tidak ingin ada aksi anarkis yang mewarnai demo tersebut. Selain itu, ia juga meminta aparat keamanan di Lisbon, Porto, dan Coimbra untuk mengawasi para demonstran agar demo tetap berjalan kondusif.























