Jakarta, IDN Times – Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, berada di bawah ancaman serangan rudal langsung dalam eskalasi terbaru perang saudara Yaman. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (19/9/2026) memperingatkan konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang didukung Iran dapat meningkat dengan cepat. Sehubungan dengan ancaman tersebut, warga AS di luar Timur Tengah diminta mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke maupun melalui kawasan tersebut.
Situasi keamanan Riyadh memburuk setelah dua ledakan terdengar dan sebuah tangki bahan bakar berlogo Aramco terbakar di dekat bandara, berdasarkan kesaksian jurnalis Agence France-Presse(AFP). Presiden AS Donald Trump secara mendadak mempersingkat agenda akhir pekannya di Camp David, Maryland, lalu kembali lebih awal ke Gedung Putih tanpa penjelasan resmi. Di sisi lain, Departemen Luar Negeri AS telah menyetujui penjualan 48 jet tempur F-35 senilai 24,3 miliar dolar AS (setara Rp432 triliun) kepada Arab Saudi untuk membantu kerajaan tersebut menghadapi ancaman saat ini dan masa depan.
