Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saudi Disebut Rekrut Tentara Suriah untuk Bantu Lawan Houthi

3 min read
Saudi Disebut Rekrut Tentara Suriah untuk Bantu Lawan Houthi
potret tentara Suriah (pexels.com/Baraa Obied)
  • Media Lebanon Al-Akhbar melaporkan Arab Saudi merekrut ratusan tentara Suriah untuk melawan Houthi, namun dua pengamat Timur Tengah meragukan bahwa pengerahan itu sudah terjadi.
  • Maysaa Shuja Al-Deen dan Aron Lund menyebut Saudi mungkin mempertimbangkan bantuan Suriah, tetapi laporan kedatangan pasukan dinilai belum terbukti dan disebut sebagai propaganda klasik.
  • Saudi sebelumnya dilaporkan meminta bantuan militer Inggris menghadapi Houthi di Selat Bab el-Mandeb dan melindungi infrastruktur minyak; Inggris belum memutuskan, sementara drone dekat Mekkah berhasil ditembak jatuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Arab Saudi dikabarkan telah merekrut tentara Suriah untuk membantu mereka memerangi milisi Houthi. Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh media Lebanon, Al-Akhbar, berdasarkan sumber rahasia dari Suriah pada Selasa (15/9/2026) kemarin.

Dalam laporannya, Al-Akhbar menyebut ratusan tentara Suriah saat ini sudah sampai di Arab Saudi. Sebagian besar dari mereka merupakan tentara yang terlibat dalam pemakzulan eks Presiden Suriah, Bashar Al-Assad, pada Desember 2024 silam. Kabarnya, mereka akan segera dipersiapkan untuk membantu pasukan Riyadh melakukan perlawanan terhadap Houthi yang bermarkas di Yaman.  

  1. 1. Sejumlah pengamat Timur Tengah meragukan laporan Al-Akhbar

    Peta negara-negara Timur Tengah.
    peta negara-negara Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)

    Namun, sejumlah pengamat Timur Tengah meragukan laporan Al-Akhbar. Seorang peneliti Timur Tengah dari Sana’a Center for Strategic Studies, Maysaa Shuja Al-Deen, mengatakan, dirinya sempat mendengar kabar bahwa Arab Saudi berencana merekrut tentara Suriah untuk memerangi Houthi. Namun, ia membantah bahwa tentara Houthi kini sudah sampai di Arab Saudi untuk bersiap memerangi milisi tersebut. 

    "Saya dengar Arab Saudi sedang mempertimbangkan hal itu. Namun, mereka belum membawa warga Suriah. Mereka belum melakukan apa pun secara nyata," kata Al-Deen dalam keterangannya kepada The New Arab.

  2. 2. Pengamat lain menyebut laporan Al-Akhbar sebagai propaganda klasik

    Propaganda yang dilarang.
    ilustrasi propaganda (unsplash.com/Claudio Schwarz)

    Pengamat Timur Tengah lainnya juga sependapat dengan Al-Deen. Seorang pengamat Timur Tengah dari Swedish Defense Research Agency, Aron Lund, mengatakan, laporan yang dibuat Al-Akhbar soal perekrutan tentara Suriah oleh Arab Saudi untuk memerangi Houthi tidak benar. Bahkan, ia menyebut laporan itu hanya propaganda klasik.

    Namun, Lund mengatakan bahwa kemungkinan Arab Saudi meminta bantuan Suriah untuk memerangi Houthi tetap ada. Terlebih, milisi Yaman tersebut kini sudah membuat Riyadh kewalahan karena serangannya. "Ada banyak pembicaraan, diskusi, dan saran di sana-sini," jelas Lund.

  3. 3. Arab Saudi sebelumnya dikabarkan minta bantuan Inggris untuk memerangi Houthi

    Bendera Inggris sedang berkibar.
    potret bendera Inggris (pexels.com/Shola Pixel)

    Sebelum ini, Arab Saudi disebut sudah meminta bantuan ke Inggris untuk memerangi Houthi. Kabar itu pertama kali disampaikan oleh Bloomberg pada Senin (14/9/2026) yang kemudian dikutip oleh Jerusalem Post pada Selasa. 

    Dalam laporannya, Bloomberg menyebut Arab Saudi telah meminta militer Inggris untuk membantu mereka mengusir keberadaan pasukan Houthi di Selat Bab el-Mandeb. Selain itu, Riyadh juga meminta London untuk membantu melindungi infrastruktur minyaknya dari ancaman serangan milisi tersebut. Namun, hingga saat ini, Inggris belum memutuskan apa pun soal permintaan itu. 

    Hingga saat ini, Houthi masih terus melakukan serangan ke Arab Saudi. Bahkan, pada Selasa (15/9/2026) kemarin, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris itu meluncurkan serangan drone ke wilayah di dekat Kota Suci Mekkah. Beruntungnya, drone itu berhasil ditembak jatuh oleh pasukan militer Arab Saudi sehingga gagal mengenai target.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More