Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Houthi Klaim Serang Ibu Kota Arab Saudi, Bandara Jadi Target

2 min read
Houthi Klaim Serang Ibu Kota Arab Saudi, Bandara Jadi Target
potret Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh (pexels.com/Fahad Puthawala)
  • Houthi mengklaim menyerang Riyadh dengan drone dan rudal pada 19 September 2026, menyasar bandara hingga memicu api, asap, dan gangguan layanan.
  • Sebelum serangan, Arab Saudi mengeluarkan peringatan darurat di Riyadh; ini disebut sebagai serangan pertama Houthi ke ibu kota sejak perang dimulai pada Juli.
  • Houthi juga mengklaim menyerang fasilitas Aramco di Yanbu sebagai respons serangan Saudi ke Sanaa, sementara Saudi menyatakan mencegat sebagian rudal tetapi beberapa target terkena.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Milisi Houthi mengklaim berhasil menyerang Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh, menggunakan sejumlah drone dan rudal pada Sabtu (19/9/2026). Serangan itu dikabarkan menyasar bandara utama yang ada di kota tersebut. Namun, tidak diketahui apa nama bandara yang dimaksud. 

Dalam sebuah video yang dirilis Reuters, terlihat kobaran api dan kepulan asap pekat timbul di sekitar area bandara. Api terlihat timbul dari tangki bahan bakar di bandara yang terkena serangan. Serangan ini membuat aktivitas layanan di bandara menjadi terganggu.

  1. 1. Arab Saudi sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan darurat di Riyadh

    Status darurat bencana.
    ilustrasi peringatan darurat (unsplash.com/Jake Espedido)

    Sebelum serangan tersebut, Pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan peringatan darurat di seluruh wilayah Riyadh. Peringatan ini dirilis untuk mengantisipasi bahaya serangan dari Houthi. Dalam peringatan tersebut, Arab Saudi menyebut Houthi sedang berupaya menyerang Riyadh menggunakan sejumlah drone.   

    Ini merupakan pertama kalinya Houthi menyerang Ibu Kota Riyadh sejak mulai berperang dengan Arab Saudi pada Juli lalu. Sebab, sebelum ini, milisi Yaman tersebut sama sekali tidak pernah menjadikan Riyadh sebagai target serangan. Biasanya, Houthi hanya merang sejumlah fasilitas penting milik Arab Saudi yang berada di luar wilayah Riyadh.

  2. 2. Houthi juga menyerang fasilitas minyak milik Aramco

    Perusahaan minyak Aramco.
    perusahaan minyak Aramco (commons.wikimedia.org/Carlos Figueroa Rojas)

    Selain menyerang Riyadh, Houthi juga mengklaim berhasil menyerang fasilitas minyak milik perusahaan energi Arab Saudi, Aramco, yang ada di Kota Yanbu. Itu merupakan salah satu fasilitas minyak utama milik Arab Saudi. Pada Juli lalu, Houthi juga pernah melakukan serangan ke fasilitas minyak Aramco.

    Dalam keterangannya, Houthi menjelaskan, semua serangan ini merupakan respons atas serangan Arab Saudi ke Ibu Kota Yaman, Sanaa. Sebab, menurut Houthi, Arab Saudi sudah terlebih dahulu melakukan serangan ke Yaman untuk membasmi pasukan mereka yang bermarkas di sana.

  3. 3. Arab Saudi sudah berupaya menghalau serangan Houthi

    Rudal untuk berperang.
    ilustrasi rudal jelajah (pexels.com/Rags Fehrenbach)

    Arab Saudi sendiri sudah berupaya untuk menghalau semua serangan dari Houthi. Pasukan militer Arab Saudi menjelaskan, pihaknya berhasil melumpuhkan rudal yang ditembakkan Houthi ke sejumlah wilayah di Arab Saudi, seperti Bish, Farasan, Taif, dan Yanbu. Sayangnya, sejumlah rudal lainnya berhasil mengenai target. 

    Dalam beberapa hari terakhir, serangan Houthi ke Arab Saudi semakin intens. Ini menunjukkan bahwa konflik kedua pihak kini semakin panas. Pada Kamis (17/9/2026) lalu, Houthi juga meluncurkan serangan di Kota Taif hingga menewaskan satu orang. Sementara itu, dua lainnya terluka.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More