Jakarta, IDN Times - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung secara resmi merombak kabinet pemerintahannya pada Minggu (30/8/2026). Kebijakan reshuffle pada tahun kedua masa jabatannya ini mencakup pergantian enam menteri dan sejumlah penasihat strategis di Kantor Kepresidenan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penyegaran birokrasi guna mendongkrak efisiensi kinerja kementerian, sekaligus memulihkan kepercayaan publik. Perombakan susunan kabinet ini diharapkan membawa perubahan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
