Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cari Warganya yang Hilang di Nepal, Korsel Pertimbangkan Gunakan Drone

Cari Warganya yang Hilang di Nepal, Korsel Pertimbangkan Gunakan Drone
Ilustrasi banjir. (pexels.com/Pok Rie)
  • Korea Selatan mencari sembilan pekerjanya yang hilang akibat banjir bandang di Distrik Rasuwa, Nepal, saat proyek PLTA; 10 pekerja Doosan lain berhasil dievakuasi.
  • Pencarian mengandalkan helikopter dan berpotensi memakai drone, tetapi medan pegunungan, cuaca buruk, akses darat terputus, risiko banjir susulan, serta izin penerbangan Nepal menjadi kendala.
  • Tim tanggap cepat Korea Selatan di Nepal bertambah menjadi 20 orang dan berkoordinasi dengan militer Nepal, termasuk kemungkinan memperluas pencarian hingga hilir Sungai Trishuli.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Korea Selatan (Korsel) meningkatkan upaya pencarian terhadap sembilan warganya yang hilang akibat banjir bandang di Nepal. Pihaknya menyiapkan pengerahan dua helikopter dan mempertimbangkan penggunaan drone. Operasi pencarian pada Minggu (30/8/2026) masih bergantung pada izin pemerintah Nepal dan kondisi cuaca.

Korea Herald melaporkan, sembilan warga Korsel yang hilang terdiri atas 6 karyawan Doosan Energy Co. dan 3 karyawan Korea South-East Power Co. Mereka sedang bekerja di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di distrik Rasuwa, wilayah Himalaya dekat perbatasan Nepal dengan China, ketika banjir melanda pada 26 Agustus 2026. Sementara itu, 10 pekerja Doosan lainnya yang sempat terisolasi di lokasi terpisah berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Sehari sebelumnya, pemerintah Korsel mengerahkan satu helikopter sewaan untuk melakukan dua kali penerbangan pencarian di kawasan terdampak. Pencarian berlangsung sekitar 40-50 menit, dengan tim menghabiskan 20-30 menit untuk mengamati area dari udara. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan 9 warga Korea tersebut.

  1. 1. Kondisi lapangan menjadi tantangan tim tanggap cepat Korsel

    Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Korsel mengatakan dua helikopter direncanakan digunakan untuk pencarian lanjutan pada 30 Agustus 2026. Satu helikopter disewa Doosan Energy, sedangkan satu lainnya disiapkan tim tanggap cepat pemerintah. Perluasan area pencarian akan dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari penerbangan sebelumnya.

    Kondisi di lapangan menjadi kendala utama dalam operasi penyelamatan. Banjir bandang menghanyutkan akses jalan dan jembatan menuju Distrik Rasuwa. Akibatnya, menjadikan jalur udara sebagai satu-satunya opsi untuk menjangkau lokasi bencana.

    Di sisi lain, upaya penyelamatan dari udara menghadapi hambatan berat karena medan pegunungan yang terjal, cuaca buruk, dan risiko banjir susulan membatasi penerbangan helikopter. Selain itu. operasi penyelamatan dari udara juga menghadapi pembatasan ketat terhadap penerbangan sipil yang diberlakukan oleh otoritas Nepal.

    Selain helikopter, tim tanggap darurat juga bersiap menerjunkan drone untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses. Penggunaannya akan ditentukan berdasarkan kondisi lapangan dan kebutuhan operasi pencarian dan penyelamatan.

  2. 2. Total tim tanggap cepat Korsel di Nepal menjadi 20 orang

    Militer Nepal turut membantu pencarian menggunakan koordinat dan peta yang diberikan pemerintah Korsel. Pada Sabtu (29/8/2026), sebuah helikopter militer Nepal mendarat di dekat kawasan bencana dan pasukan dikerahkan, guna melakukan pencarian darat di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat pengungsian warga Korea. Akan tetapi, upaya tersebut belum menemukan hasil.

    Seoul telah menambah personel tanggap cepat sebanyak 9 personel, termasuk petugas pemadam kebakaran. Total personel tim tanggap cepat pemerintah Korsel di Nepal kini mencapai 20 orang. Pihaknya juga telah menawarkan pengiriman Tim Bantuan Bencana Korea untuk operasi medis dan SAR, tetapi pengerahan unit tersebut membutuhkan permintaan atau persetujuan dari pemerintah Nepal.

    Upaya pencarian oleh perusahaan juga telah dilakukan. Korea South-East Power sebelumnya menggunakan helikopter pada Jumat (28/8/2026) setelah memperoleh izin sesaat sebelum matahari terbenam, sedangkan Doosan menyiapkan drone untuk mencari kemungkinan lokasi pengungsian.

  3. 3. Korsel akan perluas pencarian hingga ke hilir Sungai Trishuli

    Ilustrasi bendera Korea Selatan. (unsplash.com/Lauren Seo)
    Ilustrasi bendera Korea Selatan. (unsplash.com/Lauren Seo)

    Kemenlu Korsel membantah laporan bahwa 9 warga yang hilang mungkin termasuk sekitar 100 orang yang terjebak di sebuah terowongan di lokasi proyek PLTA. Menurut informasi perusahaan, terowongan tersebut bukan bagian dari tempat kerja mereka dan berada cukup jauh dari lokasi para pekerja yang hilang.

    Pemerintah Negeri Ginseng terus berkoordinasi dengan pemerintah Nepal, guna memperluas pencarian. Upaya ini termasuk kemungkinan menyisir wilayah hilir Sungai Trishuli jika para pekerja diduga terbawa arus. Sementara itu, Duta Besar Korsel yang baru ditunjuk untuk Nepal, Park Jae-kyung, dijadwalkan tiba di Nepal pada Senin (31/8/2026).

    Bencana banjir besar yang dipicu oleh luapan danau gletser di kawasan Himalaya ini dilaporkan telah menelan ratusan korban jiwa, sedangkan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang di berbagai wilayah Nepal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More