Tabrakan Maut Minibus dan Truk di Zimbabwe, 27 Orang Tewas

- Tabrakan minibus pengangkut jemaah dan truk barang terjadi dekat Chivhu, Zimbabwe, Jumat malam, saat truk bernomor asing diduga menyalip hingga memasuki jalur berlawanan.
- Benturan memicu kebakaran yang menghanguskan minibus; 27 orang tewas dan tujuh lainnya terluka, lalu dibawa ke Rumah Sakit Chivhu untuk penanganan darurat.
- Polisi menyelidiki dugaan kelalaian pengemudi truk, sementara jalan berlubang dan praktik minibus mengangkut penumpang melebihi kapasitas turut disebut meningkatkan risiko kecelakaan.
Jakarta, IDN Times - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah minibus dan truk barang terjadi di wilayah tengah Zimbabwe pada Jumat (28/8/2026). Insiden maut ini menimpa rombongan jemaah yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah acara keagamaan.
Kepolisian setempat secara resmi mengonfirmasi peristiwa nahas tersebut pada Sabtu (29/8/2026). Petugas gabungan telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban, membersihkan area, serta memulihkan arus lalu lintas.
1. Truk bernopol asing picu tabrakan saat menyalip
Insiden terjadi sekitar pukul 18.30 waktu setempat di jalan raya dekat Chivhu, yang berjarak sekitar 140 kilometer arah selatan Harare. Sebuah truk barang bernomor polisi asing dilaporkan melaju kencang saat berupaya mendahului kendaraan di depannya.
Pada saat bersamaan, minibus jenis Nissan Caravan yang mengangkut jemaah Gereja Kerasulan Afrika (African Apostolic Church) melintas dari arah berlawanan. Benturan keras pun tak terhindarkan karena truk tersebut memakan lajur yang berlawanan.
2. Minibus terbakar usai tabrakan
Kerasnya tabrakan memicu percikan api yang dengan cepat menghanguskan badan minibus. Kobaran api yang merambat kilat membuat para penumpang terjebak di dalam kabin dan sulit melarikan diri. Sebagian besar korban tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka benturan dan luka bakar.
Para korban selamat segera dilarikan ke Rumah Sakit Chivhu untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Rekaman video stasiun televisi ZBC memperlihatkan bangkai minibus yang hancur dan tinggal kerangka di tepi jalan.
"Sebanyak 27 orang tewas dan tujuh orang lainnya mengalami luka-luka dalam tabrakan ini," ujar Juru Bicara Kepolisian Republik Zimbabwe, Paul Nyathi, dilansir DW.
3. Polisi usut kelalaian pengemudi dan minimnya infrastruktur
Pihak kepolisian kini memusatkan penyelidikan pada dugaan kelalaian sopir truk. Petugas mendalami keputusan sang pengemudi yang nekat menyalip di jalur berbahaya tanpa memperhitungkan jarak aman antarkendaraan.
Selain faktor kelalaian manusia, kondisi jalan yang berlubang akibat minimnya perawatan juga disebut memicu tingginya risiko kecelakaan. Insiden ini diperparah oleh praktik angkutan minibus swasta yang kerap nekat mengangkut penumpang melebihi kapasitas. Otoritas keselamatan lalu lintas setempat mendesak para pemilik armada agar memperketat pengawasan terhadap kinerja pengemudinya.
"Sebagian besar kecelakaan lalu lintas di negara ini dipicu oleh kelalaian manusia dan manuver mengemudi yang sembrono," imbuh Nyathi.




















