Kalau kamu melihat posisi berikutnya, negara-negara Baltik juga terlihat cukup menonjol. Latvia berada di urutan kedua dengan tingkat kemiskinan lansia sebesar 34,3 persen, kemudian Kroasia di posisi ketiga dengan 30,7 persen dan Estonia di posisi keempat dengan 29,8 persen. Lithuania melengkapi kelompok teratas dengan angka 25,9 persen di posisi kelima.
Daftar Negara dengan Kemiskinan Lansia Tertinggi, Korsel Teratas

- Data OECD 2023 menempatkan Korea Selatan sebagai negara dengan kemiskinan lansia tertinggi: 39,8% penduduk berusia 66 tahun ke atas hidup di bawah garis kemiskinan relatif.
- Latvia 34,3%, Kroasia 30,7%, Estonia 29,8%, dan Lithuania 25,9% melengkapi lima teratas; rata-rata tiga negara Baltik sekitar 30%, melampaui rata-rata dataset 14,8%.
- Amerika Serikat berada di peringkat ketujuh dengan 22,9%, sedangkan Norwegia terendah 3,2%; pengukuran memakai pendapatan di bawah setengah median rumah tangga masing-masing negara.
Ketika membicarakan kemiskinan, kamu mungkin lebih sering membayangkan anak-anak atau keluarga usia produktif yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, kelompok lansia juga menghadapi persoalan ekonomi yang gak kalah serius, terutama ketika penghasilan setelah pensiun jauh lebih terbatas.
Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan lansia ternyata berbeda cukup jauh di berbagai negara. Bahkan, ada negara yang hampir 40 persen penduduk berusia 66 tahun ke atasnya hidup di bawah garis kemiskinan. Berikut daftar negara dengan tingkat kemiskinan lansia tertinggi berdasarkan data 2023 dari OECD Income Distribution Database.
1. Korea Selatan

ilustrasi orang tua, lansia, Seoul, Korea Selatan (pexels.com/Theodore Nguyen) Korea Selatan menempati posisi pertama dengan tingkat kemiskinan lansia mencapai 39,8 persen. Artinya, hampir 4 dari setiap 10 penduduk berusia 66 tahun ke atas di negara tersebut memiliki pendapatan rumah tangga di bawah garis kemiskinan yang digunakan dalam pengukuran OECD.
Angka ini juga membuat Korea Selatan menjadi pencilan yang cukup mencolok dibandingkan negara-negara lain dalam daftar. Sebagai gambaran, tingkat kemiskinan lansia di Korea Selatan lebih tinggi 5,5 poin persentase dibandingkan Latvia yang berada di posisi kedua.
Salah satu faktornya adalah sistem pensiun publik Korea Selatan yang relatif baru. Sistem tersebut baru dibentuk pada 1988, sehingga banyak penduduk yang sekarang sudah berusia lanjut hanya memiliki waktu terbatas untuk mengumpulkan hak pensiun yang memadai.
Kondisi ini ikut menjelaskan mengapa persoalan kemiskinan pada kelompok lansia di Korea Selatan masih begitu besar. Tingkat kemiskinan lansianya juga jauh lebih tinggi dibandingkan angka kemiskinan keseluruhan Korea Selatan yang berada di 14,9 persen.
2. Latvia, Kroasia, dan Estonia

ilustrasi orang tua, lansia, Riga, Latvia, Eropa (pexels.com/Vlad Fonsark) Jadi, dari lima negara dengan tingkat kemiskinan lansia tertinggi, empat di antaranya berada di kawasan Eropa Timur dan Baltik. Secara keseluruhan, rata-rata sekitar 30 persen lansia di tiga negara Baltik, yaitu Latvia, Estonia, dan Lithuania, hidup di bawah garis kemiskinan. Angka tersebut jauh di atas rata-rata 14,8 persen dari 32 negara yang masuk dalam dataset.
Buat kamu yang melihat daftar ini sekilas, perbedaan tersebut menunjukkan bahwa usia lanjut gak otomatis memberikan kondisi ekonomi yang sama di setiap negara. Sistem perlindungan sosial, pendapatan rumah tangga, serta kemampuan mengumpulkan penghasilan untuk masa pensiun dapat membuat pengalaman lansia sangat berbeda antarnegara.
3. Amerika Serikat

ilustrasi orang tua, lansia, New York, Amerika Serikat (pexels.com/Quintin Gellar) Amerika Serikat juga masuk dalam kelompok negara dengan tingkat kemiskinan lansia yang cukup tinggi, lho. Negara tersebut berada di peringkat ketujuh dengan angka 22,9 persen, atau berarti lebih dari satu dari lima penduduk berusia 66 tahun ke atas hidup di bawah garis kemiskinan.
Posisi ini cukup menarik karena Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu negara dengan perekonomian terbesar dan tingkat kekayaan yang tinggi. Namun, kekayaan suatu negara secara keseluruhan gak selalu berarti seluruh kelompok masyarakat menikmati kondisi ekonomi yang sama.
Angka 22,9 persen tersebut juga sekitar delapan poin persentase lebih tinggi dibandingkan rata-rata 14,8 persen dari 32 negara dalam data. Tingkat kemiskinan lansia Amerika Serikat bahkan lebih tinggi dibandingkan Inggris yang berada di 15 persen, Jerman 14,5 persen, serta Italia 12,3 persen.
Di Amerika Serikat sendiri, tingkat kemiskinan juga dapat berbeda secara signifikan antarnegara bagian. Jadi, kalau kamu hanya melihat kondisi ekonomi Amerika secara nasional, gambaran mengenai kesejahteraan lansianya bisa saja belum sepenuhnya terlihat.
4. Negara dengan angka menengah hingga rendah

ilustrasi orang tua, lansia, Switzerland, Swiss, Eropa (pexels.com/Vish Pix) Setelah tujuh negara teratas, tingkat kemiskinan lansia mulai turun cukup signifikan. Bulgaria berada di 17,9 persen, Swiss 17,8 persen, Israel 16 persen, Slovenia 15,8 persen, Portugal 15,2 persen, Inggris 15 persen, dan Irlandia 14,8 persen. Sementara itu, Jerman mencatat 14,5 persen, Spanyol 13,1 persen, serta Austria, Italia, dan Romania masing-masing 12,3 persen. Yunani dan Polandia kemudian mencatat masing-masing 11,5 persen dan 10,9 persen.
Di kelompok berikutnya, Kanada dan Hungaria sama-sama berada di 10,1 persen, sedangkan Swedia mencatat 7,3 persen. Prancis berada di 6,2 persen, disusul Luksemburg 5,9 persen dan Belgia 5,4 persen. Dari angka-angka tersebut, kamu bisa melihat bahwa tingkat kemiskinan lansia gak hanya terbagi antara negara dengan angka sangat tinggi dan sangat rendah. Ada pula kelompok besar negara yang berada di kisaran 10 sampai 18 persen, menunjukkan adanya perbedaan cukup lebar dalam kondisi ekonomi lansia.
5. Norwegia menjadi yang terendah

ilustrasi Norwegia, Eropa (unsplash.com/André Mašek) Di ujung bawah daftar, terdapat lima negara yang mencatat tingkat kemiskinan lansia di bawah 5 persen. Finlandia berada di 4,8 persen, Slovakia 4,7 persen, dan Belanda 4,6 persen, sedangkan Ceko mencatat 3,6 persen. Norwegia menjadi negara dengan angka terendah, yakni hanya 3,2 persen penduduk berusia 66 tahun ke atas yang hidup di bawah garis kemiskinan. Artinya, angka Norwegia jauh berbeda dari Korea Selatan yang mencapai 39,8 persen.
Kalau dibandingkan secara langsung, tingkat kemiskinan lansia Korea Selatan lebih dari 12 kali lipat dibandingkan Norwegia. Dalam keseluruhan daftar, terdapat tujuh negara dengan tingkat kemiskinan lansia di atas 20 persen, sementara sembilan negara lainnya mencatat angka di bawah 8 persen.
Namun, kamu juga perlu memahami bahwa angka tersebut menggunakan garis kemiskinan relatif, yaitu pendapatan di bawah setengah median pendapatan rumah tangga suatu negara. Jadi, data ini lebih menggambarkan posisi ekonomi lansia dibandingkan masyarakat di negaranya sendiri, bukan perbandingan langsung mengenai standar hidup absolut antarnegara.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan pada lansia masih menjadi tantangan besar di sejumlah negara. Korea Selatan menjadi contoh paling mencolok dengan hampir 40 persen lansianya berada di bawah garis kemiskinan, sementara Norwegia berada di sisi berlawanan dengan angka hanya 3,2 persen. Perbedaan yang begitu besar ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi seseorang ketika memasuki usia lanjut sangat berkaitan dengan sistem dan kondisi ekonomi di negara tempat mereka tinggal.
Buat kamu, data ini juga bisa menjadi pengingat bahwa persiapan masa pensiun sebaiknya jangan ditunda terlalu lama. Memiliki penghasilan ketika masih produktif memang penting, tapi memastikan ada perlindungan finansial untuk masa tua juga gak kalah krusial. Pada akhirnya, kondisi ekonomi saat memasuki usia lanjut bisa sangat dipengaruhi oleh seberapa baik seseorang dan sistem sosial di sekitarnya mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.



















