Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Ancam Gunakan Senjata Nuklir Jika NATO Blokade Kaliningrad
Bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)
  • Rusia mengancam menggunakan seluruh persenjataan, termasuk nuklir, jika NATO memblokade udara atau laut Kaliningrad, melalui dokumen diplomatik dan pernyataan kedutaan.
  • NATO mengecam ancaman itu, menegaskan Kaliningrad bukan target, tetap mendukung Ukraina, serta menyatakan siap mempertahankan seluruh wilayah anggota dari ancaman eksternal.
  • Ketegangan dipicu insiden keamanan Baltik dan aktivitas militer meningkat; Kaliningrad menjadi benteng strategis Rusia, markas Armada Baltik, serta lokasi sistem rudal Iskander.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Rusia memperingatkan akan mengerahkan seluruh persenjataannya, termasuk senjata nuklir, apabila negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) berupaya memblokade Kaliningrad. Ancaman tersebut disampaikan Moskow melalui dokumen diplomatik kepada negara-negara anggota NATO pada Rabu (30/9/2026), setelah Kedutaan Rusia di Inggris dan Irlandia menyebarkan peringatan serupa lewat Telegram pada Selasa (29/9/2026). Sementara itu, kedutaan di Belgia menyampaikannya melalui kantor berita Tass.

Dokumen diplomatik itu memuat isi yang sejalan dengan tuduhan jajaran kedutaan Rusia mengenai persiapan NATO untuk melakukan blokade udara dan laut terhadap Kaliningrad.

Kedutaan Rusia di Irlandia juga menyatakan ketegasan Moskow tak boleh disalahpahami.

“Tidak boleh ada kesalahan — Rusia akan siap menggunakan seluruh persenjataannya, termasuk senjata nuklir, untuk mempertahankan wilayahnya jika negara-negara NATO mencoba mengisolasi wilayah Kaliningrad dari bagian lain negara tersebut,” menurut pernyataan Kedutaan Rusia di Irlandia, dikutip ABC News.

1. NATO tolak ancaman Rusia

ilustrasi bendera NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)

NATO mengonfirmasi telah menerima pesan tertulis dari Rusia dan mengecam keras ancaman militer tersebut. Juru bicara NATO Allison Hart menyatakan aliansinya tak pernah menjadikan Kaliningrad sebagai target karena NATO merupakan aliansi defensif. Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte meminta Moskow menghentikan gertakan nuklir dan menilai Presiden Rusia Vladimir Putin memahami bahwa Rusia tak akan menang dalam konfrontasi langsung dengan NATO, dilansir Al Jazeera.

Di tengah ancaman nuklir tersebut, NATO menyatakan tetap melanjutkan dukungan untuk Kiev. Hart menegaskan aliansi militer itu memiliki kemampuan penuh untuk melindungi seluruh wilayah anggotanya dari kemungkinan serangan luar.

“Tetapi kami tidak akan terhalangi dari dukungan kami kepada Ukraina. Kami memiliki apa yang dibutuhkan untuk mempertahankan setiap jengkal wilayah Sekutu dan tetap kuat, siap, dan mampu melawan setiap ancaman,” kata Hart.

2. Insiden Baltik picu ketegangan Rusia NATO

ilustrasi Polandia sebagai anggota NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)

Peningkatan ketegangan diplomatik tersebut berkaitan dengan serangkaian insiden keamanan di kawasan Laut Baltik. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pernyataan keras diplomat Rusia sebagai pengingat terhadap dokumen kebijakan resmi Moskow dalam merespons gertakan Polandia dan negara Eropa lainnya. Di sisi lain, hubungan kedua pihak semakin tegang setelah Polandia memperkuat pertahanan udara akibat dugaan pelanggaran wilayah udara dan Denmark melaporkan kapal perang Rusia menembakkan dua suar ke arah helikopter militernya.

Aktivitas militer di kawasan yang dipersengketakan itu juga meningkat seiring NATO menggelar latihan militer dan menjalankan Operasi Baltic Sentry. Operasi tersebut diluncurkan aliansi Barat untuk melindungi infrastruktur vital berupa kabel dan pipa bawah laut dari gangguan keamanan di sekitar perairan Baltik.

3. Kaliningrad perkuat pertahanan Rusia

ilustrasi peta Rusia, China, dan India (pexels.com/Lara Jamesson)

Kaliningrad memiliki posisi penting dalam peta geopolitik Eropa karena merupakan kantong wilayah (enclave) Rusia yang terpisah dari daratan utama negara tersebut. Wilayah di tepi Laut Baltik itu berada dalam kondisi terisolasi dan diapit langsung oleh Polandia serta Lithuania, yang keduanya merupakan anggota NATO.

Bagi Moskow, eksklave tersebut menjadi salah satu benteng pertahanan utama di kawasan barat. Kaliningrad juga menjadi markas besar Armada Baltik sekaligus lokasi penempatan sistem peluru kendali Iskander yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article