Trump Pastikan Rusia Tidak Akan Serang Negara Anggota NATO

- Presiden AS Donald Trump menyatakan Vladimir Putin tidak akan menyerang wilayah NATO setelah percakapannya dengan pemimpin Rusia tersebut.
- Direktur CIA John Ratcliffe dilaporkan memperingatkan Rusia agar tidak menyerang NATO serta mendesak Moskow menghentikan dukungan ekonomi dan militer kepada Iran.
- Kremlin membantah rencana menyerang NATO; Sergey Naryshkin menyebut pertemuan Ratcliffe dengan pejabat intelijen Rusia sebagai dialog rutin.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Kamis (27/8/2026), mengatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak akan menyerang negara NATO. Pernyataan ini terkait kekhawatiran Rusia akan menyerang NATO.
“Saya sudah berbicara baik dengan dengannya (Putin). Dia tidak akan menyerang teritori NATO,” ungkap Trump, dikutip dari Euronews.
Namun, Trump enggan mengomentari kunjungan Direktur CIA, John Ratcliffe ke Moskow. Menurutnya, tidak ada hal yang luar biasa dalam kunjungan itu.
1. Ratcliffe disebut memperingatkan Rusia agar tidak serang NATO

lambang NATO (unsplash.com/jccards) Kunjungan Ratcliffe ke Moskow disebut bertujuan untuk mendesak Rusia memutus dukungan ekonomi dan militer ke Iran. Langkah ini disebut untuk memutus arus finansial ke Teheran.
Dilansir CNN, sejumlah kabar menyebut bahwa direktur CIA memperingatkan Rusia agar tidak menyerang NATO. Sebab terdapat sejumlah kabar belakangan ini mengenai serangan Rusia ke negara-negara anggota NATO.
Kunjungan terakhir direktur CIA ke Moskow pada 2021. Saat itu, eks Direktur CIA, William Burns memperingatkan Putin agar tidak melancarkan serangan ke Ukraina.
2. Rusia tepis tuduhan akan serang NATO

ilustrasi bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt) Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyampaikan bahwa Rusia tidak akan menyerang NATO. Pernyataan ini diutarakan sehari setelah kunjungan Ratcliffe ke Rusia.
“Banyak cerita menakutkan yang dipublikasikan saat ini. Tentu saja, mereka tidak ada hubungannya dengan realitas di lapangan,” terangnya.
Sementara itu, Peskov mengkritik negara-negara Eropa yang mendukung Ukraina. Menurutnya, Rusia sudah menerima kebijakan agresif dari negara-negara tersebut.
3. Sebut pertemuan dengan CIA hal biasa

Ilustrasi bendera Rusia (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons) Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Rusia, Sergey Naryshkin mengonfirmasi bahwa kunjungan Ratcliffe adalah bagian dari pekerjaannya. Dialog itu merupakan pertemuan biasa antar-kepala intelijen negara.
“Pertemuan dengan kepala intelijen adalah bagian dari pekerjaan setiap pekan di semua negara di dunia. Maka pertemuan dengan Ratcliffe itu bagian dari pekerjaan rutin kami,” terangnya, dikutip dari Tass.





















