Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rusia Bersiap Impor BBM India imbas Turunnya Produksi
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
  • Rusia bersiap impor BBM skala besar dari India untuk menutupi penurunan produksi domestik hingga 25 persen akibat kerusakan kilang karena serangan drone Ukraina.
  • Kebutuhan BBM Rusia mencapai 110 ribu ton per hari saat musim panas, sementara produksi hanya 85 ribu ton, menciptakan defisit sekitar 25 ribu ton per hari.
  • Krisis BBM turut memukul sektor penerbangan Rusia dengan kelangkaan avtur dan lonjakan harga grosir, membuat penjualan di beberapa kota besar dibatasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia dikabarkan mempersiapkan impor bahan bakar minyak (BBM) skala besar dari India pada Jumat (26/6/2026). Rencana ini sebagai kebijakan untuk mengurangi dampak turunnya produksi minyak di Rusia hingga 25 persen. 

Penurunan produksi BBM di Rusia disebabkan oleh kerusakan di puluhan kilang minyak imbas serangan drone Ukraina. Alhasil, sejumlah wilayah di Rusia membatasi penjualan BBM, termasuk di Moskow dan St. Petersburg. 

1. Rusia membutuhkan 110 ribu ton BBM per hari pada musim panas

ilustrasi pom bensin Lukoil (pexels.com/Ionuț Murariu)

Rencana impor BBM dari India ini dilakukan mengingat stok BBM yang kian menipis saat musim panas. Diperkirakan kebutuhan BBM Rusia pada puncak musim panas mencapai 110 ribu ton per hari, tapi produksinya hanya 85 ribu ton per hari. 

Dilansir United24, Rusia mengalami defisit 25 ribu ton per hari untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sedangkan impor BBM dari Belarus masih belum mencukupi kebutuhan dan menstabilkan stok BBM dalam negeri. 

2. India menjadi pembeli utama minyak mentah Rusia

Bendera India. (unsplash.com/aboodi_vm)

India selama ini merupakan pembeli utama minyak mentah Rusia, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina. Negara Asia Selatan itu membeli sebanyak 1,5 hingga 2 juta barel minyak per hari pada 2025 dan mencapai 2,66 juta barel per hari pada Juni 2026. 

Dilansir Kyiv Post, minyak mentah Rusia tersebut diolah oleh India untuk menjadi BBM. Alhasil, India berhasil mengekspor 400 ribu barel BBM per hari pada 2025 dan mengirimkannya ke sejumlah negara-negara di Asia.

Sementara, BBM India memiliki sekitar 20 persen etanol atau dua kali dari standar yang diperbolehkan Rusia. Namun, Rusia sudah menaikkan kadar etanol dalam BBM yang diperbolehkan di negaranya hingga 10 persen. 

3. Krisis BBM di Rusia berdampak pada sektor penerbangan

Pesawat Aeroflot. (unsplash.com/robert_aardenburg)

Krisis BBM di Rusia tak hanya berdampak pada masyarakat pada umumnya. Maskapai penerbangan di Rusia juga mulai terdampak kelangkaan avtur karena serangan udara Ukraina dalam beberapa bulan terakhir. 

Kelangkaan ini mengakibatkan harga grosir avtur di Rusia mengalami kenaikan signifikan. Hal ini menyebabkan sejumlah pengecer avtur juga membatasi penjualan BBM di Moskow, St. Petersburg, dan Tatarstan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article