Jakarta, IDN Times - Rusia setuju untuk memasok Iran dengan 90 peluncur rudal berpemandu canggih, yang banyak digunakan oleh pasukan Moskow di Ukraina. Hal tersebut terungkap dalam dokumen industri pertahanan yang bocor dan diperoleh Dallas Analytics, sebuah perusahaan intelijen swasta asal Ukraina.
Dokumen tersebut merinci jadwal produksi yang disusun pada Mei 2024 oleh Vympel, unit perancang rudal dan sistem peluncur terkemuka di Rusia. Produksi tersebut mencakup pesanan 90 peluncur dalam kontrak ekspor berkode "K-10", yang diidentifikasi sebagai kode untuk Iran. Pesanan itu dijadwalkan untuk dikirim antara akhir 2024 hingga Desember 2025.
Dilansir The Guardian, dokumen tersebut tidak memastikan apakah peluncur-peluncur tersebut akhirnya benar-benar dikirimkan. Namun, dokumen tersebut memberikan gambaran terkait sejauh mana kerja sama militer antara Moskow dan Teheran.