Jakarta, IDN Times – Pemerintah Rusia dilaporkan mengerahkan puluhan ribu pekerja asal Korea Utara untuk memproduksi drone tempur yang akan digunakan dalam perang di Ukraina. Langkah ini terpaksa diambil guna mengatasi krisis tenaga kerja di sektor industri pertahanan Moskow.
Kerja sama manufaktur ini sekaligus menjadi sumber pendapatan devisa baru bagi rezim Pyongyang. Meski demikian, pengerahan buruh lintas negara tersebut dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
