Rusia Desak Jepang Tarik Sistem Rudal AS di Pulau Kyushu

- Rusia mendesak Jepang menarik sistem rudal Typhon AS dari Kyushu, karena Moskow menilainya mengancam stabilitas regional dan mengaitkannya dengan kebijakan remiliterisasi Jepang.
- Ketegangan Rusia-Jepang meningkat akibat sengketa Kepulauan Kuril setelah kunjungan Vladimir Putin pada Agustus 2026; Duta Besar Jepang di Moskow kembali dipanggil untuk kedua kalinya.
- Rusia juga menolak permintaan Jepang terkait monumen kemenangan Uni Soviet atas Jepang pada PD II, sementara AS menyatakan dukungan penuh terhadap klaim Jepang atas Kepulauan Kuril.
Jakarta, IDN Times - Rusia mendesak Jepang menarik sistem rudal Typhon milik Amerika Serikat (AS) di Pulau Kyushu pada Jumat (18/9/2026). Moskow mendesak Tokyo mengakui hasil Perang Dunia II dan meninggalkan kebijakan remiliterisasi.
Sebulan terakhir, Rusia dan Jepang terlibat perselisihan terkait dengan sengketa Kepulauan Kuril. Perselisihan kedua negara didorong oleh kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin ke kepulauan tersebut pada Agustus 2026.
1. Rusia anggap sistem rudal AS sebagai ancaman

Ilustrasi bendera Rusia. (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa protes yang dilayangkan Moskow ini terkait dengan keberadaan sistem rudal Typhon di Kyushu. Menurutnya, pengiriman rudal AS tersebut adalah ancaman stabilitas regional.
“Penerjunan sistem rudal tersebut di Jepang dalam segala alasan dan terlepas dari durasinya, tetap menunjukkan sebagai ancaman. Maka, Jepang harus segera menarik sistem rudal itu dari negaranya,” terangnya, dikutip dari Democrata.
Sementara itu, pemanggilan Duta Besar Jepang di Moskow, Akira Muto ini menjadi yang kedua kalinya. Sebelumnya, ia sudah dipanggil pada pertengahan Agustus terkait kritikan soal kunjungan Putin ke Kepulauan Kuril.
2. Rusia tolak permintaan Jepang untuk hilangkan monumen PD II

ilustrasi bendera Jepang (unsplash.com/fumirin) Pekan lalu, Rusia menolak pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi yang meminta pembukaan monumen PD II di Khabarovsk, Timur Jauh Rusia. Monumen tersebut ditujukan untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Jepang pada PD II.
Pada saat yang sama, Rusia mengkritik Jepang yang seharusnya memahami kejahatan perangnya selama membawa lambang bunga krisan. Sementara itu, bunga krisan dikenal luas sebagai simbol imperialisme Jepang.
3. AS dukung Jepang atas klaim Kepulauan Kuril

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova) Sebulan lalu, AS sudah menyatakan dukungan penuh kepada Jepang usai kunjungan Putin ke Kepulauan Kuril. Washington menekankan bahwa Tokyo adalah sekutu terpentingnya dan pengakuan kedaulatan Jepang juga sangat penting bagi AS.
Dilansir EFE, kunjungan Putin ke Kepulauan Kuril menjadi yang pertama sejak menjabat pada 2000. Lawatan yang tak tortuga ini dilakukan sebagai bagian dari kunjungannya ke Siberia dan Timur Jauh Rusia. Ia diketahui mengunjungi pusat pengolahan ikan di Pulau Iturup.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















