Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Utusan Presiden Ukraina Ungkap Jalur Komponen Drone Rusia Lewat Asia

4 min read
Utusan Presiden Ukraina Ungkap Jalur Komponen Drone Rusia Lewat Asia
Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)
  • Ukraina memeriksa puing drone dan rudal Rusia untuk mengidentifikasi komponen, produsen, serta nomor seri.

  • Vladyslav Vlasiuk menyebut sebagian rantai pasokan mikroelektronik Rusia melewati kawasan Asia.

  • Ukraina membagikan informasi rantai pasokan kepada lembaga Indonesia, tetapi belum mengidentifikasi perusahaan Indonesia yang terhubung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Haruskah komunikasi soal rantai pasokan ini dilanjutkan?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ukraina tengah menelusuri jalur pasokan komponen elektronik yang ditemukan dalam drone dan rudal Rusia. Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk mengatakan, sejumlah komponen yang digunakan dalam persenjataan Rusia berasal dari luar negeri dan sebagian rantai pasoknya melewati kawasan Asia.

Menurut Vlasiuk, Ukraina melakukan pemeriksaan terhadap puing-puing drone dan rudal Rusia yang digunakan dalam serangan. Dari puing tersebut, mereka berupaya mengidentifikasi komponen, produsen, hingga nomor seri yang dapat membantu mengungkap jalur pasokannya.

Informasi mengenai rantai pasokan tersebut kemudian menjadi salah satu materi yang dibawa Vlasiuk dalam kunjungannya ke Indonesia. Ia mengatakan Ukraina telah membahas persoalan tersebut dengan sejumlah lembaga Indonesia, termasuk Kementerian Perdagangan, lembaga pengawasan ekspor, unit intelijen keuangan, bea cukai, dan Kementerian Luar Negeri.

Namun, ketika ditanya apakah Ukraina sudah mengidentifikasi perusahaan, lembaga keuangan, atau pedagang Indonesia tertentu yang memiliki hubungan dengan rantai pasokan industri militer Rusia, Vlasiuk mengatakan belum. Ia menyebut Ukraina tidak memiliki informasi tersebut saat ini, meski tidak menutup kemungkinan adanya keterkaitan yang belum diketahui.

  1. 1. Ukraina telusuri komponen dalam drone dan rudal Rusia

    ceeea8fd-d88d-489c-b122-70a8a049c588.jpeg
    Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)

    Vlasiuk menjelaskan salah satu cara Ukraina memetakan rantai pasokan Rusia adalah dengan memeriksa komponen yang ditemukan di dalam senjata yang digunakan dalam serangan. Menurutnya, puing-puing drone dan rudal Rusia dapat memberikan informasi mengenai jenis komponen yang digunakan. Ukraina kemudian berupaya mengidentifikasi perusahaan pembuat komponen tersebut melalui berbagai informasi yang terdapat pada bagian-bagian senjata.

    “Kami memeriksa puing-puing rudal dan drone Rusia, mengidentifikasi komponennya dan produsennya, sering kali melalui nomor seri,” ujar Vlasiuk kepada IDN Times.

    Dari proses tersebut, Ukraina berusaha memahami bagaimana komponen yang dibuat di luar Rusia dapat berakhir dalam sistem persenjataan Rusia. Penelusuran tersebut kemudian digunakan untuk memetakan rantai pasokan yang memungkinkan komponen elektronik masuk ke Rusia.

    Vlasiuk mengatakan Ukraina memiliki informasi intelijen mengenai sejumlah rantai pasokan mikroelektronik Rusia. Menurutnya, sebagian rantai tersebut melibatkan negara-negara di kawasan.

    Ia menegaskan persoalan tersebut tidak dilihat Ukraina sebagai upaya untuk meminta negara-negara di kawasan memilih pihak dalam konflik. Fokusnya, kata dia, adalah mencegah mikroelektronik yang dapat digunakan dalam drone dan rudal Rusia sampai ke industri militer negara tersebut.

  2. 2. Informasi dibawa ke sejumlah lembaga Indonesia

    d56884dc-856f-433e-99ad-eab566a86abe.jpeg
    Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)

    Dalam kunjungannya ke Indonesia, Vlasiuk mengatakan, dirinya bertemu dengan sejumlah institusi yang memiliki kewenangan terkait perdagangan, pengawasan ekspor, keuangan, kepabeanan, dan hubungan luar negeri. Pertemuan tersebut, antara lain melibatkan Kementerian Perdagangan, lembaga pengawasan ekspor, unit intelijen keuangan, bea cukai, dan Kementerian Luar Negeri.

    Menurut Vlasiuk, Ukraina membagikan informasi mengenai rantai pasokan yang menjadi perhatian mereka kepada pihak-pihak Indonesia. Ia berharap informasi tersebut dapat digunakan untuk mencegah aliran komponen yang berpotensi digunakan dalam persenjataan Rusia.

    “Kami membagikan informasi kepada pihak Indonesia mengenai rantai pasokan tersebut,” kata Vlasiuk.

    Ia mengatakan, respons dari pihak Indonesia secara umum positif. Menurut Vlasiuk, pembahasan tersebut dilakukan karena terdapat kepentingan bersama untuk mencegah komponen yang digunakan dalam serangan terhadap warga sipil terus mengalir ke Rusia.

    Vlasiuk menambahkan, saluran komunikasi antara kedua negara telah dibangun melalui pertemuan tersebut. Ia berharap komunikasi itu tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan langkah yang diperlukan.

  3. 3. Belum identifikasi perusahaan Indonesia

    d0bfadfe-50bd-47f5-b18c-1ca67e485819.jpeg
    Komisioner Presiden Ukraina untuk Kebijakan Sanksi, Vladyslav Vlasiuk. (IDN Times/Rendy)

    Salah satu pertanyaan yang diajukan kepada Vlasiuk adalah apakah Ukraina telah menemukan perusahaan, lembaga keuangan, atau pedagang Indonesia yang secara langsung terhubung dengan rantai pasokan industri militer Rusia. Vlasiuk menjawab Ukraina belum memiliki identifikasi tersebut.

    “Tidak saat ini,” kata Vlasiuk ketika ditanya apakah ada perusahaan atau institusi Indonesia yang telah diidentifikasi Ukraina memiliki hubungan dengan rantai pasokan tersebut.

    Ia mengatakan, kondisi itu mungkin disebabkan oleh keterbatasan informasi yang dimiliki Ukraina. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan adanya hubungan yang belum teridentifikasi.

    Menurut Vlasiuk, penyampaian informasi kepada pemerintah Indonesia dilakukan secara proaktif. Ukraina, kata dia, memilih memberi tahu pemerintah mengenai potensi jalur pasokan sebelum persoalan tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

    “Lebih baik pemerintah menanganinya daripada menunggu sampai ada sanksi internasional,” ujarnya.

    Ia berharap pemerintah Indonesia dapat menggunakan informasi yang telah diberikan untuk melihat apakah ada aktivitas perdagangan yang perlu mendapat perhatian. Bagi Ukraina, langkah pencegahan menjadi penting karena komponen yang tampak sebagai produk perdagangan biasa dapat berakhir dalam sistem persenjataan Rusia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More