Jakarta, IDN Times - Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terkait serangan militer ke Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Moskow menilai operasi tersebut berisiko menjadi bumerang dan memperburuk stabilitas kawasan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut ambisi nuklir Iran sebagai alasan utama serangan dilancarkan. Operasi militer itu dilaporkan menewaskan puluhan pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Serangan tersebut memicu eskalasi konflik di kawasan. Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Arab yang memiliki pangkalan militer AS, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi.
Di tengah situasi yang memanas, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menilai langkah Washington dan Tel Aviv justru berpotensi menimbulkan konsekuensi yang tak diinginkan.
