Ukraina Dukung Serangan AS ke Iran karena Bantu Rusia
.jpg)
- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendukung serangan Amerika Serikat ke Iran karena menilai Iran telah menjadi sekutu Rusia dan memasok senjata, termasuk drone Shahed, untuk menyerang Ukraina.
- Zelenskyy menegaskan pentingnya menjaga perdamaian serta mendukung rakyat Iran agar dapat menggulingkan rezim yang dianggap teroris tanpa memperluas konflik ke negara lain.
- Menteri Luar Negeri Ukraina menyebut runtuhnya beberapa diktator dunia sebagai tanda melemahnya pengaruh Rusia dan memperkirakan efek domino terhadap kekuasaan Vladimir Putin.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengaku mendukung serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran. Menurutnya, Iran telah memilih untuk menjadi sekutu Rusia dan membantu menyuplai senjata melawan Ukraina.
“Meskipun Ukraina tidak pernah mengancam Iran, tapi rezim Iran sudah memilih untuk menjadi sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin dan menyuplai senjata ke Rusia,” tuturnya, dikutip dari Kyiv Post, Senin (2/3/2026).
Hubungan Ukraina dan Iran memanas di tengah berlangsungnya perang Rusia-Ukraina. Sebab, Iran diduga sudah menyuplai drone Shahed dan teknologi persenjataan lain kepada militer Rusia untuk menyerang Ukraina.
1. Ukraina terdampak besar dukungan rezim Iran kepada Rusia
Zelenskyy mengungkapkan bahwa Ukraina terdampak besar dari sikap rezim Iran. Ia menyebut, Rusia sudah menggunakan 57 ribu drone Shahed selama berkecamuknya perang di Ukraina.
“Negara lain juga terdampak dari dukungan rezim teroris Iran. Ini cukup adil untuk membuat rakyat Iran memiliki kesempatan dalam menggulingkan rezim teroris dan menjamin keamanan dari seluruh negara dari teror Iran,” terangnya.
Namun, Zelenskyy menyerukan agar perang tidak berlanjut dan tidak merembet ke negara lain. Menurutnya, mempertahankan perdamaian dan mencegah jatuhnya korban jauh lebih penting.
2. Zelenskyy sebut AS berperan penting membantu rakyat Iran
Zelenskyy mengatakan Ukraina akan terus melihat perubahan situasi di Iran. Ia menilai perubahan pemerintahan di Iran harus berjalan sesuai aturan dan agar tidak adanya kekerasan terhadap oposisi.
Dilansir Ukrinform, Presiden Ukraina keenam itu menyebut bahwa rezim Iran saat ini sudah membunuh ribuan rakyatnya sendiri dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, AS sudah tepat dengan memberikan kesempatan bagi rakyatnya untuk menentukan nasibnya sendiri.
3. Ukraina sebut penggulingan diktator harus berlanjut
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengatakan bahwa penggulingan diktator harus terus berlanjut. Menurutnya, lengsernya, Presiden Suriah, Bashar al-Assad, penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan tewasnya Pemimpin Iran, Ayatollah Ali Hosseini Khamenei adalah bukti pengaruh Rusia memudar.
“Pertama, Assad, Maduro, dan sekarang Khamenei adalah bukti nyata bahwa pengaruh Rusia di dunia sudah berkurang. Putin sudah kehilangan tiga rekan utamanya selama lebih dari setahun. Dia juga tidak membantu salah satu dari mereka,” ujarnya.
Ia menyatakan, akan ada efek domino dari lengsernya sejumlah diktator di dunia. Dengan in, Putin akan jatuh suatu saat nanti dan akan menerima hukuman atas kejahatannya.

















