TransJakarta Gelar Ajang Lari di Atas Jalur Layang Koridor 13

- Transjakarta menggelar Jakarta Sky Fun Run 2026 di jalur layang Koridor 13 pada 12 Juli 2026 sebagai bagian perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta.
- Ajang ini menyediakan kuota 5.000 peserta dengan tiket yang bisa dibeli melalui aplikasi Transjakarta, mengajak warga menikmati kota dari perspektif berbeda.
- Kegiatan ini juga membawa misi keberlanjutan lewat program Bank Sampah dari Rumah yang menukar hasil pengelolaan sampah dengan voucher diskon tiket lari.
Jakarta, IDN Times - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menggelar ajang lari di atas jalur layang Koridor 13. Ajang yang diberi nama Jakarta Sky Fun Run (JSFR) 2026 itu akan berlangsung pada 12 Juli 2026.
Mengusung tema “Running Into Tomorrow”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta sekaligus menyambut perjalanan menuju 500 tahun Jakarta pada 2027.
“Melalui Jakarta Sky Fun Run 2026, kami mengajak masyarakat menikmati Jakarta dari sudut pandang yang berbeda,” kata Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset PT Transportasi Jakarta Fadly Hasan dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Dia mengatakan Jakarta Sky Fun Run 2026 menyediakan kuota sebanyak 5.000 peserta, dan tiketnya bisa diperoleh melalui aplikasi Transjakarta.
Melalui kegiatan itu, masyarakat diajak menikmati wajah Jakarta dari perspektif berbeda sambil merayakan transformasi transportasi publik yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan kota.
Ajang tersebut juga membawa misi keberlanjutan melalui program inisiatif yang menghubungkan partisipasi peserta dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.
Melalui program itu, Transjakarta mengajak masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah melalui program Bank Sampah dari Rumah, yang memungkinkan warga memperoleh voucher diskon tiket Jakarta Sky Fun Run 2026 dari hasil pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Jakarta Sky Fun Run 2026, menurut Fadly, merupakan wujud komitmen Transjakarta dalam menghadirkan ruang publik yang aktif, sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
"Setiap keputusan untuk menggunakan transportasi publik, memanfaatkan ruang kota secara positif, dan menjaga lingkungan merupakan bagian dari langkah kolektif menuju Jakarta yang lebih baik menjelang usia lima abadnya," tutur Fadly.


















