Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
  • FSB Rusia menangkap seorang remaja yang diduga merencanakan serangan terorisme di Moskow, setelah menerima informasi melalui kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat.
  • Terduga pelaku memicu kecurigaan lewat unggahan TikTok di dekat Museum Tsaritsyno, mengenakan pakaian taktikal dan memperlihatkan objek mirip senjata; FSB juga menemukan senapan angin di rumahnya.
  • Kedutaan AS memperingatkan potensi serangan massal di Moskow; otoritas kemudian mengevakuasi konser, menutup Museum Tsaritsyno, serta mengerahkan 50 petugas keamanan dan patroli polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Federal Rusia (FSB) pada Minggu (1/11/2026), mengumumkan penangkapan seorang remaja. Ia diduga merencanakan serangan terorisme di Moskow menyusul peringatan dari Amerika Serikat (AS). 

Sebelumnya, Rusia sudah terdampak aksi terorisme saat acara konser di Crocus City Hall pada Maret 2024. Pada Maret 2026, sebanyak 19 orang sudah divonis hukuman penjara atas penembakan yang menewaskan 149 orang dan melukai lebih dari 500 orang. 

1. FSB bersyukur atas bantuan informasi dari AS

Ilustrasi bendera Rusia. (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

FSB mengaku mendapatkan informasi dugaan rencana terorisme dari AS. Kabar itu didapat melalui saluran kerja sama kedua negara soal persiapan rencana serangan terorisme besar di Moskow. 

“Kami bersyukur kepada Amerika yang bersedia memberikan informasi tersebut,” tutur FSB, dikutip dari The Moscow Times.

Sementara itu, Komite Investigasi Rusia sudah membuka dakwaan hukum kepada terduga pelaku. Di sisi lain, aksi terorisme ini disebut akan dilakukan di Museum Tsaritsyno yang ditutup untuk sementara. 

2. Terduga pelaku unggah foto mencurigakan di TikTok

Ilustrasi logo aplikasi TikTok (unsplash.com/@solenfeyissa)

FSB menambahkan remaja tersebut ditangkap setelah memposting foto di TikTok. Foto itu menunjukkan dirinya mengenakan pakaian taktikal dan sebuah objek yang mirip dengan senjata otomatis di dekat Museum Tsaritsyno, sembari menuliskan keterangan “Saya menemukan tempatnya”. 

Dilansir CNN, FSB mengungkapkan bahwa remaja itu sudah tergabung dalam saluran neo-Nazi di Telegram. Setelah diadakan pencarian secara menyeluruh di rumah terduga pelaku, otoritas Rusia menemukan senapan angin ringan. 

3. Kedubes AS di Rusia peringatkan serangan terorisme di Moskow

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck)

Sehari sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Rusia memperingatkan darurat keamanan imbas kemungkinan serangan teroris di Moskow yang dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar. Pihaknya memperingatkan agar warga menghindari area keramaian dan mempersiapkan keamanan pribadi. 

Menyusul peringatan tersebut, otoritas Rusia sudah mengevakuasi seluruh orang yang menonton acara konser penyanyi Rusia, Lilia Pechenkina. Selain itu, aparat keamanan sudah menutup Museum Tsaritsyno. Sebanyak 50 aparat keamanan sudah diterjunkan ke area tersebut dan mobil polisi sudah dikerahkan berpatroli di sekitar museum. 

Sebelumnya, AS sudah memperingatkan Rusia terkait akan adanya serangan teroris di Crocus City Hall pada Maret 2024. Namun, kepala intelijen Rusia saat itu, Sergei Naryshkin menyebut informasi yang diberikan oleh AS terlalu umum. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article