Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Selain Lebanon, Israel Juga Ogah Tarik Pasukan dari Gaza dan Suriah
potret Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari )
  • Pemerintah Israel menegaskan tidak akan menarik pasukan dari Gaza, Suriah, dan Lebanon selatan dengan alasan menjaga keamanan dari kelompok milisi seperti Hamas, RSF, dan Hizbullah.
  • Amerika Serikat dan Iran mendesak Israel menarik pasukannya dari Lebanon selatan demi menghormati kesepakatan damai yang dicapai pada 14 Juni 2026 antara kedua negara tersebut.
  • Meski mendapat tekanan internasional, Israel tetap melanjutkan serangan ke Lebanon selatan, termasuk serangan terbaru di Distrik Nabatieh yang menewaskan sedikitnya dua orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel menegaskan tidak akan menarik pasukan militernya dari Gaza dan Suriah. Sebab, Israel berdalih ingin menjaga keamanan Gaza dan Suriah dari milisi pemberontak, seperti Hamas dan Rapid Support Force (RSF). 

"Kita harus tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Bukan untuk waktu yang terbatas, melainkan untuk membela warga dan komunitas kita dari sana terhadap unsur-unsur jihadis," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, Kamis (25/6/2026), seperti dilansir The New Arab.

1. Israel juga enggan menarik pasukan dari Lebanon selatan

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Sebelumnya, Katz juga menegaskan tidak akan menarik pasukan Israel dari Lebanon selatan. Sebab, Israel ingin terus menyerang wilayah tersebut sampai seluruh anggota Hizbullah berhasil dibasmi. Katz menambahkan, jika seluruh anggota Hizbullah sudah tewas, maka Israel akan segera menarik pasukannya dari Lebanon selatan. 

“IDF sudah siap dan kami tidak akan mundur. Kami telah mengumumkan bahwa dalam keadaan apa pun, kami tidak akan menarik diri hingga saat ini. Ini adalah pencapaian politik. Tidak ada tuntutan (dari) Amerika (Serikat) agar Israel menarik diri dari Lebanon (selatan),” kata Katz pada Selasa (23/6/2026) lalu dilansir The Guardian.

2. Amerika Serikat dan Iran sudah mendesak Israel menarik pasukan dari Lebanon selatan

potret wilayah Lebanon selatan (commons.wikimedia.org/ChrisO)

Sebetulnya, Israel sudah didesak oleh Amerika Serikat dan Iran untuk menarik mundur semua pasukannya dari Lebanon selatan. Sebab, kedua negara itu ingin Israel berhenti menyerang Hizbullah yang bermarkas di wilayah tersebut. Ini karena Israel dan Lebanon sudah dilibatkan dalam kesepakatan damai AS dan Iran yang sudah diraih pada 14 Juni lalu. 

“Bagi kami, gencatan senjata di Lebanon sama pentingnya dengan gencatan senjata di Iran dan, lebih jauh lagi, berakhirnya perang di Lebanon sama pentingnya dengan berakhirnya perang di Iran,” kata Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam pernyataannya pada Rabu.

3. Israel masih menyerang Lebanon selatan hingga saat ini

Pasukan militer Israel (IDF) sedang melakukan serangan menggunakan tank baja. (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Namun, Israel tidak mengindahkan desakan dari AS dan Iran. Bahkan, mereka juga masih menyerang Lebanon selatan hingga saat ini. Serangan terbaru Israel ke Lebanon selatan terjadi pada Rabu lalu. Kala itu, pasukan militer Israel (IDF) menyerang Distrik Nabatieh. Dilansir Al Jazeera, serangan tersebut menewaskan setidaknya dua orang.

“Militer Israel terus melakukan operasi, meskipun jauh lebih terbatas daripada kekerasan yang kita saksikan selama akhir pekan,” kata jurnalis Al Jazeera, Heidi Pett, yang meliput di lokasi serangan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article