Jakarta, IDN Times - Iran akhirnya bersedia kembali membuka Selat Hormuz. Kesediaan itu tertuang dalam draf kesepakatan perdamaian yang akan ditandatangani bersama Amerika Serikat pada Jumat (19/6/2026) mendatang. Kesepakatan ini menjadi harapan baru bagi dunia untuk kembali mendapatkan pasokan minyak dari Timur Tengah. Sebab, jika Selat Hormuz dibuka, kapal-kapal tanker bisa dengan mudah memasok minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke Indonesia.
Sayangnya, harapan itu kemungkinan besar harus ditunda lagi. Sebab, kendati Selat Hormuz sudah dibuka, masih ada satu masalah yang harus diselesaikan sebelum kapal-kapal minyak bisa kembali berlayar di sana dengan bebas. Masalah itu adalah ranjau-ranjau yang dipasang oleh Iran. Selat Hormuz rupanya belum dinyatakan aman dilalui oleh kapal karena masih banyak ranjau laut yang dipasang Iran di sana.