AS-Iran Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akhirnya Dibuka

- Presiden AS Donald Trump umumkan kesepakatan damai dengan Iran, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
- Kesepakatan ini menandai berakhirnya perang antara AS, Israel, dan Iran sejak Februari 2026, dengan penghentian operasi militer di seluruh front termasuk Lebanon.
- Pasar energi global langsung merespons positif; harga minyak mentah turun lebih dari 4 persen karena ekspektasi stabilnya pasokan setelah Selat Hormuz dibuka.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan damai antara AS dan Iran yang telah tercapai. Pengumuman itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Trump mengatakan, kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung. Dia juga mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
Pengumuman serupa disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang selama ini berperan sebagai mediator dalam perundingan kedua negara. Media pemerintah Iran turut menyiarkan kabar tersebut. Meski demikian, rincian lengkap mengenai isi kesepakatan belum diumumkan kepada publik.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semua pihak!” tulis Trump di Truth Social., dikutip dari NBC News, Senin (15/6/2026).
1. Selat Hormuz akan dibuka kembali

Trump menyatakan dirinya telah memberikan otorisasi penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa pungutan serta mencabut blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya dan secara bersamaan mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” kata Trump.
Deputi Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, juga menyebut nota kesepahaman antara kedua negara telah selesai disusun. Menurut kantor berita Tasnim, Gharibabadi mengatakan, blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan berakhir pada Minggu malam.
Namun, waktu pasti pembukaan penuh Selat Hormuz masih belum jelas. Trump dalam unggahan terpisah menyebut jalur pelayaran tersebut akan dibuka setelah penandatanganan resmi kesepakatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di Swiss.
2. Perang AS-Iran dan Israel disebut akan berakhir

Kesepakatan ini dimaksudkan untuk mengakhiri perang antara AS dan Israel melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Konflik tersebut ditandai dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta serangan gabungan AS dan Israel ke berbagai wilayah Iran.
Pada April lalu kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata guna membuka ruang negosiasi. Namun serangan terbatas masih terus terjadi di tengah perselisihan terkait Selat Hormuz.
Sharif menyatakan, penghentian operasi militer akan berlaku di seluruh front konflik, termasuk di Lebanon.
“Kedua pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon,” tulis Sharif di platform X.
Dia mengatakan akan ada pembahasan teknis sebelum implementasi penuh kesepakatan dilakukan.
3. Harga minyak langsung turun

Pengumuman kesepakatan damai langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah AS turun lebih dari 4,5 persen menjadi sekitar 80 dolar AS per barel, level terendah sejak awal Maret 2026.
Sementara itu, minyak mentah Brent juga turun sekitar 4 persen ke level 83 dolar AS per barel.
Penurunan harga tersebut terjadi karena pasar memperkirakan pasokan minyak global akan kembali stabil setelah Selat Hormuz dibuka dan ketegangan di kawasan Timur Tengah mereda.
Meski turun, harga minyak masih tercatat lebih tinggi dibandingkan awal tahun akibat dampak perang yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
4. Penandatanganan dijadwalkan di Swiss

Menurut Sharif, penandatanganan resmi kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di Swiss. Trump sebelumnya mengatakan dokumen itu dapat ditandatangani secara elektronik oleh dirinya atau diwakili Wakil Presiden JD Vance secara langsung.
Vance mengonfirmasi, rincian teknis upacara penandatanganan masih dibahas.
“Saya tentu berencana hadir, tetapi mungkin saja presiden sendiri yang akan hadir,” kata Vance kepada Fox News.
Dia mengatakan, kesepakatan tersebut sebagai awal baru bagi hubungan kedua negara.
“Saya tidak akan mengatakan semua orang akan langsung bernyanyi bersama besok. Dibutuhkan waktu untuk mempelajari jalan menuju perdamaian, tetapi saya pikir malam ini kita mengambil langkah yang sangat besar,” ujar Vance.
Hingga kini belum ada komentar resmi dari pemerintah Israel maupun kelompok Hizbullah terkait pengumuman kesepakatan tersebut. Namun Qatar menyambut positif perkembangan itu dan menyebutnya sebagai langkah penting menuju perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.



















