Laut Kaspia (U.S. Energy Information Administration, Public domain, via Wikimedia Commons)
Sektor logistik Iran menghadapi keterbatasan kapasitas di kawasan utara. Kepala Organisasi Pelabuhan dan Maritim Mohammad Shakibi-Nasab menyebut kapasitas nominal seluruh pelabuhan Iran mencapai 300 juta ton, tetapi wilayah utara hanya memiliki kapasitas 30 juta ton, sementara porsi barang kebutuhan pokok yang melewati kawasan tersebut naik dari 18 persen sebelum perang menjadi 30 persen, dengan kapasitas satu kapal di selatan setara 20 kapal di Kaspia.
Kondisi itu juga berkaitan dengan kapasitas Laut Kaspia yang terbatas dibandingkan pelabuhan Teluk. Laut Kaspia, danau terbesar di dunia yang berbatasan dengan Iran, Rusia, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan, memiliki kemampuan menampung pelabuhan, kapal, serta kargo yang jauh lebih rendah daripada kawasan pelabuhan Teluk.
Kendala pelayaran di kawasan utara juga dipengaruhi penyusutan muka air Laut Kaspia. Mengutip data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), muka air laut tersebut telah menyusut sekitar 2 meter sejak dekade 1990-an, sementara Direktur Jenderal Kantor Perlindungan Ekosistem Pesisir dan Laut Departemen Lingkungan Iran Shahram Fadakar menyebut penurunannya mencapai lebih dari 20 sentimeter per tahun dalam dua hingga tiga tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pelayaran Iran Masoud Polmeh menjelaskan pelabuhan utara yang sebelumnya mampu melayani kapal berkapasitas 6 ribu ton kini hanya dapat menangani kapal berukuran 4 ribu ton. Kondisi tersebut membuat operator beralih ke kapal khusus perairan dangkal dan menambah prasarana pendukung.