Hancurnya fasilitas ini terjadi saat krisis kesehatan ibu dan anak di Gaza berada dalam fase kritis. Laporan terbaru UNICEF mencatat lebih dari 12 persen anak di wilayah tersebut menderita stunting.
Selain balita, lebih dari separuh ibu hamil mengalami anemia berat akibat krisis pangan yang berkepanjangan. Lonjakan kebutuhan asupan gizi juga mulai meluas ke kelompok anak berusia lima hingga 10 tahun.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan serangan di wilayah Deir Al-Balah menargetkan fasilitas penyimpanan senjata milik kelompok Hamas. Israel mengklaim Hamas sengaja mendirikan fasilitas militer berdekatan dengan infrastruktur sipil dan pos kemanusiaan.
"Saat sebuah gudang hancur, yang hilang bukan sekadar bangunan atau tumpukan pasokan logistik. Ini tentang layanan yang terputus, tentang suplemen gizi yang gagal sampai ke tangan anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui yang sangat membutuhkannya," tutur Pemimpin Program Nutrisi MAP, Rowida Al-Sabbah, dilansir ReliefWeb.