Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Serangan Siber Rusak Mesin Pendingin Ratusan Swalayan di Prancis

3 min read
Serangan Siber Rusak Mesin Pendingin Ratusan Swalayan di Prancis
Ilustrasi peretasan (Unsplash.com/GuerrillaBuzz)
  • Serangan siber melumpuhkan pendingin di lebih dari 400 gerai supermarket Prancis, menaikkan suhu hingga 50 derajat Celsius dan merusak daging beku, susu, serta sayuran.
  • Jaringan ritel membuang berton-ton produk segar dan beku, menutup area makanan beku, sementara E. Leclerc mengalami kerugian jutaan euro dan pemulihan diperkirakan memakan beberapa hari.
  • Peretas mengeksploitasi celah perangkat pengatur suhu Danfoss lama yang terhubung internet; pemerintah Prancis dan Uni Eropa menyelidiki pelaku serta mendorong penguatan pertahanan siber.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sejumlah jaringan supermarket besar di Prancis menjadi sasaran serangan siber pada Senin (12/10/2026). Peretasan ini melumpuhkan sistem pendingin makanan di ratusan gerai perbelanjaan, sehingga berisiko mengganggu pasokan pangan harian masyarakat.

Insiden tersebut memaksa pengelola ritel memusnahkan berton-ton bahan makanan guna mencegah pembusukan. Peristiwa ini pun menarik perhatian para pembuat kebijakan di kawasan Eropa terkait isu keamanan pangan modern.

  1. 1. Sabotase siber rusak persediaan makanan di ratusan toko ritel

    Aksi sabotase siber menyebabkan suhu lemari pendingin di lebih dari 400 toko ritel naik hingga 50 derajat Celsius. Kenaikan suhu tersebut merusak persediaan daging beku, susu, dan sayuran dalam beberapa jam. Pengelola gerai Coopérative U, Intermarché, dan Netto langsung menutup lorong makanan beku serta mengamankan produk sebelum dibeli konsumen.

    "Kami telah membuang seluruh produk segar dan beku demi mencegah risiko kesehatan bagi konsumen," ujar juru bicara jaringan ritel Intermarché.

    Pimpinan Coopérative U, Dominique Schelcher, mengonfirmasi bahwa mesin pendingin di sejumlah cabangnya tidak berfungsi sejak malam sebelumnya. Sementara itu, jaringan ritel E. Leclerc turut mengalami kerugian jutaan euro dan memperkirakan proses pembersihan serta penataan kembali etalase membutuhkan waktu beberapa hari.

  2. 2. Peretas manfaatkan celah pada sistem pengatur suhu toko ritel

    Pelaku menyusup ke sistem pengatur suhu Danfoss seri AK-SM800 dan AK-SC355 yang terhubung ke internet. Badan Keamanan Siber Nasional Prancis menemukan bahwa peretas memanfaatkan celah pada unit lama yang belum diperbarui oleh pihak pengelola toko.

    "Serangan terhadap ratusan perangkat industri secara bersamaan menunjukkan tingkat keahlian yang tinggi," ujar konsultan keamanan siber, Antoine Hautin, dilansir Channel News Asia.

    Pengambilalihan ribuan pengendali suhu dalam satu malam memperlihatkan kemampuan teknis pelaku. Kerentanan pada perangkat lunak pihak ketiga ini pun dinilai berisiko mengganggu kelancaran rantai pasok industri ritel modern.

  3. 3. Pemerintah usut dalang sabotase siber toko ritel

    Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, menginstruksikan aparat penegak hukum untuk mencari pelaku sabotase fasilitas publik tersebut. Kejaksaan Paris segera menggelar penyelidikan forensik digital guna menelusuri motif, keterlibatan peretas lintas batas, kerusakan bahan pangan, hingga potensi risiko kebakaran. Sementara itu, asosiasi ritel menilai perusakan pasokan pangan ini sebagai tindakan berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    "Ketahanan pangan memerlukan perhatian lebih di seluruh tingkatan karena penggunaan pangan sebagai senjata kini telah menjadi kenyataan," ujar Komisioner Pertanian dan Pangan Uni Eropa, Christophe Hansen.

    Parlemen dan Komisi Uni Eropa kini memandang sabotase pangan digital sebagai ancaman pertahanan kawasan. Pejabat tinggi Eropa juga mengimbau adanya penguatan sistem pertahanan siber guna mengantisipasi potensi eskalasi serangan serupa di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More