Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Singapura Selidiki Perusahaan Pemicu Kabut Asap dari Indonesia

4 min read
Singapura Selidiki Perusahaan Pemicu Kabut Asap dari Indonesia
ilustrasi bendera Singapura (pexels.com/Calvin Seng)
  • Otoritas Indonesia masih menyelidiki kebakaran yang berdampak pada sekitar 62 hektare konsesi Kencana Agri di Kalimantan.

  • Sejumlah perusahaan sawit menyatakan api berasal dari luar konsesi atau lahan masyarakat, sementara kebakaran disebut telah dikendalikan.

  • Singapura menerbitkan pemberitahuan pencegahan kepada tujuh perusahaan Indonesia di tengah perhatian terhadap kabut asap lintas batas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Otoritas Indonesia memulai penyelidikan awal atas dugaan kebakaran akibat pembukaan lahan di area konsesi yang dioperasikan anak usaha Kencana Agri, produsen minyak kelapa sawit yang terdaftar di bursa Singapura. Perusahaan mengungkapkan penyidik telah memeriksa lokasi terdampak di Kalimantan Utara pada September 2026.

Dalam keterbukaan informasi pada Jumat (16/10/2026), Kencana Agri menyatakan penyelidikan masih berlangsung. Perusahaan mengakui kebakaran telah berdampak pada sekitar 62 hektare area konsesi anak usahanya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, tetapi menyatakan api berasal dari lahan di sekitarnya.

Informasi tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pertanyaan Singapore Exchange Regulation (SGX RegCo) mengenai kebakaran hutan dan lahan gambut di Indonesia serta kabut asap lintas batas yang berdampak pada Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Kasus ini menambah sorotan terhadap perusahaan perkebunan dan agribisnis yang terdaftar di bursa Singapura. Sejumlah perusahaan mengakui kebakaran terjadi di dalam atau sekitar area konsesi mereka, tetapi menyatakan api bukan berasal dari kegiatan operasionalnya.

  1. 1. Kencana Agri akui 62 hektare terdampak

    ilustrasi kelapa sawit
    ilustrasi kelapa sawit (unsplash.com/Kawê Rodrigues)

    Kencana Agri menyatakan area yang terdampak kebakaran relatif kecil dibandingkan total lahan tanam perusahaan yang mencapai sekitar 67.862 hektare. Perusahaan memiliki perkebunan dan pabrik pengolahan di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.

    Perusahaan juga menyebut tim pemadam kebakarannya bekerja sama dengan otoritas setempat dan masyarakat untuk mengendalikan api. Upaya tersebut meliputi penggunaan drone dan menara pemantauan kebakaran untuk mengidentifikasi titik api serta mengarahkan petugas di lapangan.

    “Insiden tersebut telah terkendali, dengan pemantauan berkelanjutan dan langkah-langkah penanganan pencegahan yang tetap dijalankan,” demikian pernyataan Kencana Agri, seperti dikutip The Straits Times.

    Meski demikian, penyelidikan awal otoritas Indonesia masih berlangsung. Pernyataan perusahaan bahwa api berasal dari luar konsesi merupakan klaim Kencana Agri dan belum dapat disamakan dengan kesimpulan akhir penyelidikan.

  2. 2. Wilmar dan perusahaan sawit lain beri klarifikasi

    perusahaan Wilmar (wilmar-international.com/)
    perusahaan Wilmar (wilmar-international.com/)

    Wilmar International juga mengakui pada 16 Oktober bahwa kebakaran terdeteksi di sejumlah area kecil dalam konsesi mereka di Indonesia. Namun, perusahaan menyatakan berdasarkan verifikasi lapangan, api berasal dari luar batas konsesi atau dari lahan yang dikelola masyarakat di dalam area tersebut, sebelum merambat ke lahan yang dikelola perusahaan.

    Wilmar mengatakan tim pemadamnya bersama otoritas dan masyarakat telah memadamkan seluruh kebakaran tersebut. Perusahaan juga menyatakan tidak melakukan pembukaan lahan sawit baru di perkebunan milik perusahaan di Indonesia sejak 2013. Aktivitas setelah periode itu terbatas pada penanaman kembali di area yang sudah dibudidayakan, tanpa menggunakan api.

    Wilmar turut menyatakan telah menerapkan kebijakan tanpa pembakaran sejak 2006, termasuk terhadap anak usaha dan pemasok pihak ketiga. Hubungan komersial dengan pemasok yang melanggar kebijakan tersebut dapat dihentikan.

    Sementara itu, Golden Agri-Resources (GAR) menyatakan kebakaran hutan dan lahan baru-baru ini tidak berdampak material terhadap operasionalnya. Perusahaan mengatakan, sepanjang pengetahuan mereka, tidak ada tuduhan, klaim, atau temuan yang menyatakan kegiatan operasionalnya berkontribusi terhadap kebakaran dan kabut asap terbaru. GAR juga menyebut perusahaan maupun anak usahanya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan atau tindakan penegakan hukum terkait kebakaran tersebut.

    Anak usaha Indofood Agri Resources, Salim Ivomas Pratama (SIMP), menyatakan memantau titik panas menggunakan data satelit dan akan menindaklanjuti titik panas yang terdeteksi untuk mencegah kebakaran. Adapun Bumitama Agri mengakui kebakaran merusak sejumlah area di dalam atau sekitar konsesinya, terutama lahan yang dikelola masyarakat dan lahan yang belum ditanami. First Resources juga melaporkan adanya kebakaran yang berasal dari luar batas konsesi di Kalimantan Barat sebelum merambat ke area yang dikelolanya.

  3. 3. Singapura terbitkan pemberitahuan ke tujuh perusahaan

    Bendera Singapura (pexels.com/aboodi vesakaran)
    Bendera Singapura (pexels.com/aboodi vesakaran)

    Di tengah penyelidikan dan klarifikasi perusahaan, Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menyatakan pada 16 Oktober telah menerbitkan pemberitahuan tindakan pencegahan kepada tujuh perusahaan Indonesia yang teridentifikasi melalui penyelidikannya.

    Menurut laporan The Straits Times, perusahaan-perusahaan tersebut sebagian besar bergerak di bidang kayu dan bubur kertas, bukan perkebunan kelapa sawit. Pemberitahuan itu merupakan langkah pencegahan dan tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa perusahaan yang menerimanya telah dinyatakan bersalah.

    Perkembangan tersebut terjadi ketika kabut asap lintas batas memicu perhatian pemerintah di kawasan. Singapura sebelumnya menyatakan tetap membuka opsi tindakan hukum terhadap perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran pemicu kabut asap berdasarkan Transboundary Haze Pollution Act.

    Di Malaysia, anggota parlemen Syed Saddiq Syed Abdul Rahman juga mendesak pemerintahnya menggalang tekanan diplomatik bersama negara-negara ASEAN terhadap Indonesia. Ia mengusulkan pembatasan akses pembiayaan bagi perusahaan yang terlibat dalam pembakaran lahan.

    Rangkaian langkah tersebut menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap perusahaan yang kegiatan atau area konsesinya dikaitkan dengan kebakaran. Namun, penentuan tanggung jawab masing-masing perusahaan tetap bergantung pada bukti dan hasil penyelidikan otoritas terkait.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More