Raksasa Teknologi Rusia Yandex Tunda Operasional usai Serangan Ukraina

- Yandex menghentikan sementara operasional fasilitas Sasovo, Ryazan, setelah serangan drone Ukraina pertama yang menargetkan pusat datanya pada 8 Oktober 2026.
- Yandex menyatakan tidak ada korban luka, sementara petugas keamanan dan darurat dikerahkan untuk menangani dampak serangan terhadap sebagian infrastruktur perusahaan.
- Ukraina juga menyerang kawasan industri, kilang Gazprom Neftekhim, dan kompleks petrokimia di Salavat; aksi ini disebut balasan atas penghancuran delapan pusat data Ukraina oleh Rusia.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi raksasa Rusia, Yandex terpaksa menghentikan operasional sementara fasilitas di Sasovo pada Kamis (8/10/2026). Keputusan ini didorong oleh serangan drone pertama Ukraina yang menyasar pusat data Yandex.
Tak hanya menyasar Yandex, Ukraina sebelumnya sudah melancarkan sejumlah serangan ke gudang ecommerce Rusia, Wildberries. Alhasil, perusahaan itu berencana memindahkan gudangnya ke Kazakhstan.
1. Tidak ada korban dalam serangan di Yandex

ilustrasi drone (unsplash.com/jeisblack) Menanggapi serangan ini, pihak Yandex mengonfirmasi bahwa serangan drone menyasar pusat data di Sasovo, Ryazan di Rusia bagian barat. Serangan ini berdampak besar pada sebagian infrastrukturnya.
Dilansir CNBC, mereka memastikan bahwa tidak ada korban luka imbas serangan drone di infrastrukturnya. Sementara, petugas keamanan dan penanganan darurat sudah diterjunkan ke lokasi untuk meninjau serta mengatur insiden ini.
Sebagai informasi, Yandex atau dikenal sebagai Google Rusia, merupakan penyedia layanan sistem pencari terbesar dan digunakan secara luas di Rusia. Perusahaan ini juga sedang mengembangkan model AI bernama YandexGPT.
2. Ukraina serang sejumlah infrastruktur dan pusat industri Rusia

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt) Tak hanya menyasar fasilitas Yandex, Ukraina diketahui sudah meluncurkan serangan besar ke berbagai pusat industri dan kilang minyak di Rusia. Pada hari yang sama, serangan sudah menyasar area industri di Salavat, Republik Bashkortostan.
Dilansir The Moscow Times, selain itu, Ukraina juga meluncurkan serangan ke kilang minyak milik Gazprom Neftekhim di Salavat. Bahkan, kompleks petrokimia Rusia, di Bashkortostan juga ikut menjadi sasaran serangan kali ini.
3. Balasan atas serangan Rusia ke pusat data di Kiev

ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation) Serangan yang menyasar pusat data Yandex ini disebut sebagai balasan atas serangan Rusia yang menyasar pusat data Ukraina di Kiev. Setidaknya, Moskow sudah menghancurkan delapan pusat data yang menimbulkan matinya akses internet di Ukraina.
Dilansir DPA International, Ukraina menyebut bahwa fasilitas yang diserang berperan penting dalam membantu militer Rusia. Langkah ini sebagai lanjutan kebijakan Ukraina untuk memutus sumber daya untuk mendanai mesin perang Rusia di negaranya.























