ilustrasi sekolah (pexels.com/cottonbro studio)
Insiden ini bermula ketika seorang guru menemukan selembar kertas catatan di salah satu ruang kelas Secondary 3 (setara kelas 3 SMP) Sekolah Menengah Xinmin. Catatan tersebut berisi tulisan yang mengklaim terdapat bom yang disembunyikan di lingkungan bangunan sekolah. Pihak manajemen sekolah yang menerima laporan langsung mengambil langkah tegas demi mengantisipasi risiko terburuk.
Manajemen sekolah dengan cepat mengaktifkan prosedur evakuasi darurat sekitar pukul 08.28 waktu setempat. Seluruh murid dan staf yang berada di lokasi langsung diarahkan menuju titik kumpul darurat secara tertib. Informasi mengenai proses evakuasi tersebut kemudian disebarkan kepada para orang tua murid melalui aplikasi resmi bernama Parents Gateway.
Seperti dilaporkan The Straits Times, salah satu orang tua siswa kelas Secondary 3 mengaku menerima notifikasi resmi dari sekolah sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Ia mengaku tidak merasa khawatir lantaran pihak sekolah memberikan penjelasan transparan bahwa proses evakuasi dan pemeriksaan keamanan telah selesai dikondisikan.
Kepala Sekolah Menengah Xinmin, Tan Soon Hui, menyampaikan komitmen lembaga pendidikan yang dipimpinnya dalam menangani insiden ini. "Keselamatan dan kesejahteraan seluruh siswa serta staf tetap menjadi prioritas utama sekolah. Sekolah akan terus mendukung kesejahteraan siswa dan staf kami serta memastikan langkah-langkah yang tepat tersedia untuk merespons keadaan darurat," kata Tan.