Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NASA Tambah Kontrak Tiga Misi ke SpaceX Senilai Rp16,79 Triliun

3 min read
NASA Tambah Kontrak Tiga Misi ke SpaceX Senilai Rp16,79 Triliun
ilustrasi peluncuran roket (pexels.com/Pixabay)
  • NASA menambah kontrak SpaceX senilai 946 juta dolar AS untuk tiga misi rotasi astronaut ke ISS, yaitu Crew-15 hingga Crew-17, sehingga total misi komersial SpaceX menjadi 17.
  • SpaceX menangani pemrosesan darat, peluncuran, operasi orbit, pemulangan awak, kargo, dan kesiapan Dragon sebagai lifeboat; tiga misi tambahan berlangsung hingga 2030 dengan kesiapan peluncuran 2027–2028.
  • Akumulasi kontrak NASA-SpaceX mencapai 5,92 miliar dolar AS. Crew-12 sedang di ISS, Crew-13 dijadwalkan Oktober, sementara Boeing diperkirakan memulai misi berawak Starliner pada kuartal ketiga 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) resmi memberikan modifikasi kontrak senilai 946 juta dolar AS atau setara Rp16,79 triliun (kurs Rp17.750) kepada SpaceX, Jumat (18/9/2026). Kesepakatan ini mencakup penambahan tiga misi penerbangan rotasi awak menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Langkah tersebut diambil guna menjamin kelangsungan transportasi astronaut secara teratur ke laboratorium orbit bumi tersebut. Penambahan yang mencakup misi Crew-15, Crew-16, dan Crew-17 ini sekaligus menggenapkan total misi SpaceX di bawah program penerbangan komersial menjadi 17 misi.

  1. 1. Cakupan tugas dan kesiapan operasional misi SpaceX

    kantor SpaceX
    kantor SpaceX (unsplash.com/Sven Piper)

    Modifikasi kontrak dengan skema harga tetap serta pengiriman dan kuantitas tak tentu ini membebankan tanggung jawab operasional menyeluruh kepada SpaceX. Perusahaan antariksa tersebut menangani pemrosesan di darat, peluncuran, operasi di orbit, hingga proses pemulangan serta pemulihan awak. Nilai kontrak ini juga mencakup layanan pengangkutan kargo penting pada setiap misi dan kesiapan kapsul Dragon sebagai wahana penyelamat darurat (lifeboat) selama bersandar di ISS.

    Masa pelaksanaan kontrak untuk ketiga misi tambahan ini akan berlangsung hingga tahun 2030 mendatang. NASA memproyeksikan tanggal kesiapan peluncuran misi tersebut berada pada rentang 2027 dan 2028. Melalui penambahan nilai tersebut, akumulasi kontrak Commercial Crew Transportation Capability (CCtCap) antara NASA dan SpaceX kini menyentuh 5,92 miliar dolar AS atau setara Rp105,08 triliun.

  2. 2. Kontrak jangka panjang demi menjaga akses stasiun luar angkasa

    ilustrasi stasiun luar angkasa
    ilustrasi stasiun luar angkasa (pexels.com/SpaceX)

    Pemberian kontrak modifikasi ini menyusul pemberitahuan resmi yang telah dirilis NASA pada Mei 2026 mengenai rencana pembelian misi tambahan. Lembaga antariksa pemerintah Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa penetapan sumber tunggal ini tidak menutup peluang modifikasi kontrak lanjutan di masa depan jika membutuhkan layanan transportasi ekstra.

    NASA menyatakan bahwa pemberian kontrak baru ini membantu mereka mempertahankan akses reguler ke stasiun luar angkasa melalui dua mitra industri transportasi komersial berawak yang berbeda. Kerja sama CCtCap pertama kali diberikan pada 2014 kepada Boeing dan SpaceX lewat kemitraan publik-swasta. Melalui skema tersebut, NASA memberikan sertifikasi kelayakan sistem transportasi antariksa sebelum penyedia komersial dapat menerbangkan astronaut.

  3. 3. Jadwal penerbangan dan perkembangan armada Starliner Boeing

    ilustrasi pesawat luar angkasa
    ilustrasi pesawat luar angkasa (pexels.com/Pixabay)

    SpaceX telah mengantongi sertifikasi pengangkutan awak dari NASA sejak November 2020. Saat ini, misi rotasi ke-12 atau Crew-12 tengah berada di orbit dan merapat di ISS menggunakan kapsul Dragon, setelah sebelumnya diluncurkan ke luar angkasa dengan roket Falcon 9. Menurut laporan CNBC, misi Crew-13 dijadwalkan meluncur pada Oktober, sementara misi Crew-14 ditargetkan terbang pada musim semi berikutnya.

    Sementara itu, Boeing yang menyiapkan wahana Starliner diperkirakan baru akan mengawali misi berawak pada kuartal ketiga 2027. Sebelum meluncurkan awak manusia, Starliner direncanakan terlebih dahulu merampungkan satu uji terbang tanpa awak dalam waktu dekat. Di sisi lain, SpaceX berencana menghentikan operasional kapsul Dragon secara bertahap seiring waktu dan memindahkan sebagian besar manifes peluncuran masa depannya ke sistem Starship begitu kendaraan antariksa anyar tersebut beroperasi penuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More