ilustrasi bendera meksiko (unsplash.com/chantel)
Oseguera merupakan mantan polisi dan petani alpukat yang ikut mendirikan CJNG sekitar 2007. Ia membangun kartel itu menjadi organisasi perdagangan narkoba paling kuat di Meksiko menurut FBI, yang bertanggung jawab atas sebagian besar kokain, heroin, metamfetamin, dan fentanil yang masuk ke AS.
Ia dikenal menjaga profil sangat rendah, sehingga foto-foto dirinya yang beredar merupakan dokumentasi lama dari puluhan tahun lalu. Oseguera disebut sebagai pemimpin tak terbantahkan CJNG dan tokoh perdagangan narkoba Meksiko paling kuat yang masih bebas di negara itu.
Kematian sang gembong sebagai kemenangan bagi pemerintahan Sheinbaum, namun memperingatkan potensi kekerasan lanjutan. Pasalnya, tidak ada penerus yang jelas untuk Oseguera. Saudaranya berada di penjara AS, dan putranya, yang disebut El Menchito, juga di penjara, begitu pula putrinya.
Hal ini membuat bos-bos regional berbeda dalam kartel mulai memperebutkan kekuasaan dan dapat memicu perang saudara.
Analis lain menilai aparat perlu bergerak cepat. Mike Vigil, mantan kepala operasi internasional Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA), mengatakan, “Membunuh atau menangkap kepala kartel tidak benar-benar akan berdampak besar. Mereka harus mengejar infrastrukturnya, logistiknya, pencucian uangnya, sayap bersenjatanya.”
“Apa yang harus mereka lakukan adalah meluncurkan serangan frontal berbasis intelijen, dan pada dasarnya melemahkan infrastruktur kartel ini. Dan mereka harus melakukannya dengan cepat dan efisien, karena jika tidak, akan ada harga yang harus dibayar dalam bentuk kekerasan,” sambungnya.
Vigil juga menilai pemerintah AS belum cukup menangani sisi domestik persoalan tersebut. “Jika tidak ada permintaan atau konsumsi, tidak akan ada kartel. Ini masalah besar,” ujarnya.
“Namun pemerintahan Trump tidak melakukan apapun dalam hal pendidikan narkoba, perawatan kecanduan – tidak ada sama sekali,” lanjut dia.
Kematian El Mencho kini menjadi titik krusial bagi Meksiko, terutama dengan sorotan internasional menjelang penyelenggaraan Piala Dunia. Pemerintah menghadapi tantangan untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga di tengah potensi perebutan kekuasaan di tubuh kartel.