Meksiko Terjunkan 1.600 Tentara ke Sinaloa untuk Atasi Kekerasan

- Operasi gabungan tangkap pelaku penembak anggota parlemen
- Kartel narkoba culik 10 pekerja tambang asal Kanada
- Presiden Meksiko sebut strategi atasi kekerasan bukan konfrontasi militer
Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan Meksiko memutuskan untuk mengirimkan 1.600 personel militer ke negara bagian Sinaloa. Langkah ini menanggapi serangkaian kasus kekerasan dan penculikan di Meksiko bagian barat laut tersebut.
Sekitar 90 pasukan yang dikirim ke Sinaloa diketahui sebagai anggota pasukan khusus atau dikenal dengan Murcielagos. Ribuan tentara sudah dikirimkan menggunakan pesawat ke sejumlah wilayah di Sinaloa, seperti Mazatlan dan Culiacan. Beberapa tahun terakhir, Sinaloa telah terdampak kasus kekerasan imbas konflik antara faksi Kartel Sinaloa, Los Chapitos dan La Mayiza. Pada 2024, perang antara kedua faksi telah membuat aktivitas di Culiacan lumpuh.
1. Berhasil tangkap pelaku penembak dua anggota parlemen di Sinaloa
Pada Rabu (4/2/2026), operasi gabungan antara personel militer federal dan negara bagian berhasil menangkap terduga pelaku penembakan dua anggota parlemen. Mereka berhasil menangkap Jesús Emir Bazoco Peraza atau Radio 13 yang bekerja untuk Los Chapitos.
Dilansir The Latin Times, Menteri Keamanan Meksiko, Omar Garcia Harfuch menyebut bahwa alias Radio 13 sudah berpartisipasi dalam serangan pada 28 Januari lalu. Mereka diduga sengaja menyerang dua anggota parlemen dari Partai Movimiento Ciudadano.
Sebagai informasi, Bazoco Peraza sempat bekerja untuk pemerintah Culiacan antara 2018-2021. Dia diketahui bekerja sebagai asisten administrasi di kantor pemerintah kota.
2. Kartel narkoba culik 10 pekerja tambang asal Kanada
Pekan lalu, pasukan Los Chapitos diduga sudah menculik 10 pekerja asal Kanada di Sinaloa. Insiden penculikan tersebut berlangsung di area tambang milik Vizsla Silver Corp, yang terletak di Concordia.
Dilansir CBC, Vizsla Silver Corp resmi menangguhkan operasional tambangnya untuk sementara waktu. Perusahaan Kanada itu akan berfokus dan memprioritaskan pada keamanan dan pembebasan pekerja.
Menanggapi kasus penculikan ini, Harfuch menyebut bahwa pemerintah federal dan negara bagian sudah mencari pemimpin Los Chapitos. Ia menyatakan akan mencari 10 korban yang diculik kartel narkoba.
3. Sheinbaum sebut strateginya bukan konfrontasi militer
Pada saat yang sama, Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa strateginya untuk mengatasi kasus kekerasan bukan dengan konfrontasi militer. Menurutnya, konfrontasi militer hanya membuat Meksiko sama seperti tahun 2006-2012.
‘Kebijakan kami bukan untuk mendorong aksi militer. Itu sudah terbukti tidak menurunkan kekerasan dan justru memperburuk kasus kekerasan. Apa yang kami lakukan adalah menangkap pelaku kriminal sesuai hukum,“ terangnya, dikutip dari Forbes Mexico.
Sheinbaum menyebut tujuan utama dari kebijakannya adalah mendorong agar generasi muda tidak terjebak masuk dalam kelompok kriminal. Ia menyebut, kasus pembunuhan di Sinaloa juga turun selama kepemimpinannya.



















