Berdasarkan keterangan angkatan laut AS, peringatan ini bertujuan untuk melindungi pelaut dari bahaya ranjau yang dipasang Iran. Sebab, masih ada banyak ranjau yang dipasang Iran di Selat Hormuz.
Banyak Ranjau Iran, AS Wanti-Wanti Pelaut Jauhi Selat Hormuz

- Amerika Serikat memperingatkan pelaut dunia menjauhi Selat Hormuz karena banyak ranjau laut yang dipasang Iran sejak Maret 2026 sebagai respons atas serangan AS dan Israel.
- Angkatan laut AS menemukan sepuluh ranjau buatan Iran, termasuk Maham 3 dan Maham 7, yang dilengkapi sensor pendeteksi kapal di sekitar Selat Hormuz pada 20 Mei 2026.
- AS masih melanjutkan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz dan baru-baru ini menyerang dua kapal IRGC yang mencoba menebar ranjau, dengan alasan tindakan bela diri.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat memperingatkan pelaut dari seluruh negara di dunia untuk menjauhi Selat Hormuz. Peringatan tersebut diberikan oleh angkatan laut AS pada Jumat (29/5/2026).
1. Iran memasang ranjau sebagai upaya mengamankan Selat Hormuz

Iran sendiri memasang ranjau sebagai upaya mengamankan Selat Hormuz. Langkah ini sudah dilakukan sejak mereka mulai menutup selat tersebut pada awal Maret sebagai balasan atas serangan AS dan Israel ke Teheran. Tidak diketahui berapa jumlah ranjau yang sudah dipasang Iran di Selat Hormuz. Namun, AS memperkirakan ada puluhan ranjau yang dipasang Iran di sana.
Untuk membasmi ranjau Iran, AS sudah mulai melakukan operasi militer di Selat Hormuz sejak awal April. Menurut keterangan Pusat Komando AS (CENTCOM), operasi pembasmian ranjau tersebut dilakukan dengan menerjunkan kapal USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy. Dua kapal tersebut dikabarkan punya kemampuan untuk menghancurkan rudal dan ranjau laut.
2. AS sebelumnya menemukan sepuluh ranjau Iran di Selat Hormuz
Pada 20 Mei lalu, angkatan laut AS dilaporkan telah menemukan sepuluh ranjau yang ditebar Iran di sekitar Selat Hormuz. Mereka berhasil menemukan ranjau tersebut berkat penyelidikan yang dilakukan intelijen AS. Sepuluh ranjau yang ditemukan angkatan laut AS di Selat Hormuz terdiri dari ranjau Maham 3 dan ranjau Maham 7.
Ranjau Maham 3 adalah salah satu jenis ranjau laut Iran yang bisa merusak kapal. Dilansir Jerusalem Post, ranjau ini memiliki sensor khusus untuk mendeteksi keberadaan kapal yang berlayar di dekatnya. Sementara itu, ranjau Maham 7 atau yang biasa disebut sticking mine merupakan jenis ranjau yang dipasang di dasar laut. Sama seperti Maham 3, ranjau Maham 7 juga punya sensor khusus untuk mendeteksi kapal di sekitarnya. Kedua ranjau itu diproduksi secara mandiri oleh angkatan bersenjata Iran.
3. AS masih melakukan operasi untuk membasmi ranjau Iran di Selat Hormuz

Hingga saat ini, AS masih melakukan operasi untuk membasmi semua ranjau Iran di Selat Hormuz. Terbaru, angkatan laut AS menyerang dua kapal milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berupaya menebar ranjau di selat tersebut. Serangan itu dilakukan pada Senin (25/5/2026).
Dalam pernyataannya, Juru Bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyebut serangan itu merupakan “pertahanan diri”. Sebab, serangan itu bertujuan untuk melindungi pasukan AS dari bahaya ranjau yang ditebar Iran di Selat Hormuz.
“Pasukan AS melakukan serangan bela diri di Iran selatan hari ini untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran. Komando Pusat AS terus membela pasukan kita sambil menahan diri selama gencatan senjata yang sedang berlangsung,” jelas Hawkins.


















