Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suriah Basmi Markas ISIS di 4 Provinsi, 4 Teroris Ditangkap
potret Negara Suriah (pexels.com/Abd Alrhman Al Darra)
  • Pemerintah Suriah mengklaim membasmi markas ISIS di Raqqa, Aleppo, Idlib, dan Homs melalui operasi Badan Intelijen Umum serta angkatan bersenjata pada 27 September 2026.
  • Militer menyita bahan peledak yang disiapkan untuk serangan, menangkap empat pemimpin sel di Raqqa, serta mengamankan anggota lain di tiga provinsi.
  • Investigasi awal mengaitkan sel tersebut dengan lima penculikan dan pembunuhan; dalam tiga bulan, Suriah menangkap 235 anggota ISIS serta menggagalkan tujuh rencana serangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Suriah mengklaim berhasil membasmi markas pasukan Islamic State (ISIS). Klaim tersebut disampaikan oleh Suriah pada Minggu (27/9/2026). Ini merupakan salah satu upaya Suriah untuk membasmi keberadaan kelompok teroris di wilayahnya. 

Operasi ini dilakukan oleh Badan Intelijen Umum dan angkatan bersenjata Suriah. Seorang pejabat Badan Intelijen Umum Suriah yang tidak disebut namanya mengatakan, markas militer ISIS tersebut tersebar di empat provinsi, yakni Provinsi Raqqa, Aleppo, Idlib, dan Homs.

1. Pasukan ISIS sedang menyiapkan serangan di markasnya

ilustrasi serangan ke markas militer Amerika Serikat (pexels.com/Edu Raw)

Saat pembasmian dilakukan, sejumlah anggota ISIS yang berada di markas-markas tersebut dikabarkan sedang menyiapkan serangan menggunakan bahan peledak. Beruntungnya, militer Suriah langsung datang dan menyita semua bahan peledak tersebut sehingga serangan tidak jadi dilakukan. 

Dalam operasi ini, militer Suriah juga berhasil mengamankan empat anggota ISIS yang menjadi pemimpin markas di Raqqa. Mereka diduga merupakan dalang dari rencana serangan tadi. Anggota ISIS lainnya yang ada di Aleppo, Idlib, dan Homs kini juga sudah diamankan oleh aparat berwenang.

2. Anggota ISIS di markas militer yang dibongkar Suriah terlibat penculikan dan pembunuhan

ilustrasi pembunuhan (unsplash.com/Maxim Hopman)

Berdasarkan hasil investigasi awal Badan Intelijen Umum Suriah, sejumlah anggota ISIS yang berada di markas militer ISIS di Raqqa, Aleppo, Idlib, dan Homs dikabarkan pernah terlibat lima aksi penculikan terhadap warga sipil Suriah. Selain itu, mereka juga dikabarkan pernah terlibat aksi pembunuhan.  

“Pasukan keamanan dan intelijen telah membongkar sebuah sel yang berafiliasi dengan organisasi teroris Daesh ISIS yang terlibat dalam melakukan penculikan, menanam alat peledak, dan pembunuhan. Empat pemimpin sel tersebut ditangkap di Raqa, Suriah utara, bersama sejumlah anggotanya di Aleppo, Idlib, dan Homs. Anggota ISIS di sel tersebut juga sedang merencanakan aksi teror yang menargetkan keamanan dan stabilitas kawasan," bunyi pernyataan Pemerintah Suriah, seperti dilansir Arab News.  

3. Pembasmian markas ISIS terus dilakukan

potret logo ISIS (commons.wikimedia.org/The Islamic State)

Saat ini, Pemerintah Suriah terus melakukan operasi pembasmian markas ISIS yang tersebar di wilayahnya. Selain itu, Damaskus juga semakin gencar meringkus para petinggi dari organisasi teroris tersebut. Pada Juli lalu, misalnya, Suriah membasmi sejumlah markas ISIS di Suriah selatan. Seorang pemimpin senior ISIS bernama Firas Al-Dagher kala itu juga berhasil diamankan.

Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan, dalam tiga bulan terakhir, ada sekitar 235 anggota ISIS yang berhasil ditangkap dan ditahan. Dalam jangka waktu tersebut, Suriah juga berhasil menggagalkan tujuh rencana serangan yang sebelumnya sudah direncanakan ISIS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article