Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
potret bendera Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)
  • Dua pejabat militer Suriah menyebut Damaskus memberi nasihat dan pelatihan kepada Arab Saudi melawan Houthi, tanpa keterlibatan tempur langsung; sejumlah pasukan Suriah dilaporkan berada di Saudi.
  • Diplomat Suriah membantah kepastian kabar pengerahan tersebut, menegaskan Damaskus masih memprioritaskan keamanan internal, perlindungan perbatasan, dan rekonstruksi.
  • Arab Saudi membutuhkan dukungan menghadapi serangan Houthi ke kilang minyak dan bandara; Mesir membantu pertahanan, sementara tawaran bantuan Israel dilaporkan ditolak Riyadh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Suriah dikabarkan telah membantu Arab Saudi untuk memerangi Houthi. Kabar itu disampaikan oleh dua pejabat militer Suriah anonim dalam acara penandatanganan kerja sama militer Suriah dan Arab Saudi pada Rabu (4/11/2026) kemarin.

Dilansir Jerusalem Post, Jumat (6/11/2026), salah satu dari dua pejabat tadi mengatakan, bantuan yang diberi Suriah ke Arab Saudi untuk memerangi Houthi berupa nasihat dan pelatihan militer. Damaskus tidak membantu Arab Saudi memerangi Houthi secara langsung. Meski demikian, pejabat itu mengatakan bahwa sejumlah pasukan Suriah kini sedang berada di Arab Saudi.

1. Suriah sedang fokus menjaga keamanan internal

ilustrasi keamanan nasional (pexels.com/Markus Winkler)

Kabar tadi langsung direspons oleh seorang diplomat Suriah. Diplomat yang tidak disebut identitasnya itu mengatakan, semua kabar dan dugaan bahwa Suriah telah membantu Arab Saudi memerangi Houthi belum bisa dipastikan kebenarannya. Sebab, Damaskus saat ini sedang fokus menjaga kemanan internal sehingga seluruh personel militer fokus bertugas di dalam negeri.

"Segala bentuk dugaan tentang pengerahan militer pada tahap ini masih terlalu dini. Fokus Suriah tetap pada keamanan internal, perlindungan perbatasan, dan rekonstruksi," jelas diplomat tersebut.

2. Arab Saudi butuh bantuan untuk memerangi Houthi

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)

Saat ini, Arab Saudi memang sedang membutuhkan bantuan untuk memerangi Houthi. Sebab, belakangan ini, Houthi semakin sering melakukan serangan ke negara tersebut. Milisi itu kerap menyerang fasilitas vital yang ada di sana, seperti kilang minyak dan bandara internasional.

Salah satu negara yang kini sudah memberi bantuan ke Arab Saudi untuk memerangi Houthi adalah Mesir. Namun, Mesir tidak melibatkan diri secara langsung dalam perang antara Arab Saudi dan Houthi. Sebab, Kairo hanya membantu Riyadh untuk menangkal serangan dari Houthi.

3. Israel juga menawarkan bantuan ke Arab Saudi

potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Israel juga pernah menawarkan bantuan ke Arab Saudi untuk memerangi Houthi. Ini menjadi salah satu upaya Tel Aviv untuk membujuk Riyadh agar mau menormalisasi hubungan dengan mereka.

Namun, tawaran itu akhirnya ditolak mentah-mentah. Sebab, Arab Saudi disebut tidak tertarik menerima bantuan militer dari Israel untuk memerangi Houthi. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pernah mengatakan bahwa cepat atau lambat, Riyadh bisa saja menerima bantuan dari Tel Aviv untuk melawan Houthi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article