Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Yaman Tuduh IRGC dan Hizbullah Bantu Houthi Serang Wilayahnya

3 min read
Yaman Tuduh IRGC dan Hizbullah Bantu Houthi Serang Wilayahnya
potret pasukan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) (commons.wikimedia.org/Hossein Zohrevand)
  • Pemerintah Yaman menuduh IRGC dan Hizbullah mengirim 21 ahli untuk membantu Houthi merencanakan serangan serta menentukan target vital, termasuk lokasi strategis seperti Istana Maashiq.
  • Menurut Menteri Dalam Negeri Ibrahim Haidan, para ahli tersebar di sejumlah kota dan menangani komando militer, rudal, drone, peperangan elektronik, operasi laut, hingga pengembangan senjata.
  • Perang antara Houthi dan Yaman berlanjut; serangan Houthi ke pusat medis Al-Saqiyah di Lahj dilaporkan menewaskan lima orang dan melukai 15 lainnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Yaman menuduh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi asal Lebanon, Hizbullah, telah membantu Houthi untuk menyerang wilayahnya. Sebab, Sanaa menilai IRGC dan Hizbullah telah mengirim 21 ahli untuk membantu Houthi merencanakan serangan militer terhadap mereka.Ā 

Menteri Dalam Negeri Yaman, Ibrahim Haidan, mengatakan, IRGC mengirim 14 ahli, sedangkan Hizbullah mengirim 7 ahli ke Houthi. Semua ahli tersebut ikut membantu Houthi dalam merencanakan serangan sekaligus menentukan target vital di Yaman yang cocok untuk dijadikan sasaran. Inilah yang menjadi alasan mengapa Houthi bisa menyerang sejumlah lokasi strategis di Yaman, seperti Istana Maashiq, istana kepresidenan Yaman.

  1. 1. Ahli-ahli yang dikirim IRGC dan Hizbullah tersebar di sejumlah kota di Yaman

    Kota Sanaa, Yaman.
    potret Kota Sanaa, Yaman (pexels.com/Shaker Abdullah)

    Haidan menjelaskan, semua ahli yang dikirim IRGC dan Hizbullah untuk Houthi tadi tersebar di sejumlah kota yang ada di Yaman. Sebanyak 8 ahli berada di Kota Hodeidah, 4 di Sanaa, 2 di Hajjah, 2 di Amran, dan 1 ahli lagi berada di Khoka. Para ahli tersebut membantu Houthi untuk merencanakan serangan di kota tempat mereka ditugaskan.

    Menurut Haidan, kemampuan pakar yang dikirim IRGC dan Hizbullah ke Houthi tidak main-main. Sebab, mereka semua adalah ahli di bidang komando dan kendali militer, rudal balistik dan drone, peperangan elektronik, penyelundupan komponen militer, koordinasi operasi angkatan laut, pemilihan kapal komersial sebagai target serangan, pengembangan kapal bermuatan bahan peledak, pengembangan kapal selam otonom, serta ahli di bidang pelatihan taktik peletakan ranjau dan pengepungan musuh.

  2. 2. Peran ahli untuk Houthi telah bergeser

    Jenderal militer Yaman.
    ilustrasi ahli militer (pexels.com/Besra Akar)

    Haidan menambahkan, peran para ahli yang dikirim IRGC dan Hizbullah untuk Houthi kini sudah bergeser. Semula, para pakar tersebut membantu dalam aspek pendanaan, persenjataan, dan pelatihan. Namun, mereka saat ini membantu Houthi dalam aspek perencanaan dan pengawasan serangan militer.

    Pakar-pakar tersebut juga sudah membantu Houthi untuk melakukan serangan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Oleh karena itu, Haidan menilai keberadaan pakar-pakar tersebut bisa makin mengganggu lalu lintas kapal di dua perairan internasional tadi. Sayangnya, Yaman tidak bisa membasmi mereka sendiri karena IRGC dan Hizbullah pasti akan membantu jika pakarnya diserang.

  3. 3. Perang antara Houthi dan Yaman masih berlanjut

    Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
    ilustrasi perang antara Houthi dan Yaman (unsplash.com/Saifee Art)

    Hingga saat ini, perang saudara antara Houthi dan Yaman masih berlanjut. Sebab, kedua pihak masih saling bertukar serangan. Serangan terakhir Houthi ke Yaman terjadi pada Senin (2/11/2026) lalu. Ketika itu, milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut menyerang pusat medis yang ada di negara Bagian Lahj. Dilansir Arab News, serangan itu menewaskan 5 orang dan melukai 15 lainnya, termasuk petugas medis.Ā 

    Juru Bicara militer Yaman mengatakan, rudal yang ditembakkan Houthi menyasar pusat medis Al-Saqiyah yang ada di Distrik Al-Mudaribah. Ia juga mengatakan bahwa militer Yaman sebelumnya sudah meluncurkan sekitar 951 serangan ke Houthi selama 24 jam pada Senin.Ā 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More