tentara Israel di Lebanon selatan. (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)
Meski pesimistis dengan hasil di Iran, publik Israel tetap mendukung tindakan militer lanjutan. Sebanyak 48,2 persen warga sepakat untuk memperbarui aksi militer skala besar terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
Mereka bersedia mengambil risiko memicu ketegangan dengan pihak AS demi mengamankan wilayah perbatasan utara. Hanya 21 persen warga yang menolak rencana operasi militer tersebut.
Negosiasi lanjutan telah berlangsung di Swiss untuk memperkuat nota kesepahaman antara AS dan Iran. Perundingan bertujuan untuk mengakhiri permusuhan dan menetapkan gencatan senjata di berbagai front, termasuk Lebanon. Hal ini memicu penolakan keras dari para politikus sayap kanan Israel yang menolak gencatan senjata.
"Untuk setiap air mata ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis," ujar Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, dilansir The Independent.